Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Razia Cipkon Ramadan, Petugas Sasar Penghuni Rumah Kos Berparas Cantik

17 Mei 2019, 22: 19: 48 WIB | editor : Mochamad Chariris

Personel Satpol PP Kota Mojokerto memeriksa kartu identitas penghuni rumah kos saat melakukan razia dalam rangka cipkon, Rabu (15/5) malam.

Personel Satpol PP Kota Mojokerto memeriksa kartu identitas penghuni rumah kos saat melakukan razia dalam rangka cipkon, Rabu (15/5) malam. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Razia dalam rangka cipta kondisi (cipkon) terus digulirkan selama bulan suci Ramadan. Alhasil, petugas gabungan terdiri atas satpol PP, dan TNI/Polri berhasil menjaring dua pasangam mesum dan dua perempuan tanpa membawa identitas jelas.

Mereka yang didapati di rumah kos dan Hotel Sekar Putih, Jalan Raya Bypass, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu langsung diamankan ke Kantor Satpol PP Jalan Bhayangkara.

Tak hanya itu, puluhan botol miras tak miliki izin edar turut disita dari warung remang-remang di Jalan Mayjend Sungkono, Kota Mojokerto. Tak terkecuali warung yang menyediakan permainan biliar namun yang tetap beroperasi harus ditutup paksa.

’’Pemiliknya juga sudah diperingatkan, jika kembali beroperasi, permainan biliar akan kita sita,’’ ungkap Kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto, Hatta Amrullah. Ada yang menarik dalam razia ini. Bahkan, petugas hampir terkecoh oleh pasangan mesum yang kedapatan berada di dalam kamar hotel. Sebab, saat diperiksa, mereka diketahui membawa anaknya.

Namun, atas kejelihan petugas, modus tersebut tetap terungkap. Setelah petugas mendapati identitas yang dibawa menjelaskan alamat keduanya ternyata berbeda. Pasangan perempuan, MD, diketahui membawa anak adalah warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan pasangan pria idaman lain (PIL) berinisial P,  tercatat sebagai warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

’’Status di KTP sama-sama kawin. Setelah kami interogasi, ternyata mereka mengakui jika bukan pasangan suami istri,’’ terangnya. Selama menjalani pemeriksaan mereka mengaku sudah berpisah atau dalam proses cerai dengan pasangan masing-masing.

Di samping itu, mereka juga mengaku telah menikah siri. Modus itu juga dipakai pasangan HW warga Kranggan, dan S warga Magersari, Kota Mojokerto juga tertangkap basah berada dalam kamar hotel. Namun, alasan itu bukan berarti mereka dapat lolos begitu saja.

Mereka yang kedapatan dalam kamar Hotel Sekar Putih tanpa ikatan sah tetap digelandang ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan. ’’Termasuk kalau perlu akan kita datangkan keluarga dari mereka agar permasalahan clear (jelas),’’ tuturnya. Hatta menjelaskan, razia kali ini tak lain sesuai instruksi Wali Kota Ika Puspitasari sebelumnya.

Bahwa, selama Ramadan semua tempat hiburan malam wajib tutup. Sehingga untuk memastikan, bahwa instruksi itu benar-benar diatati atau tidak, pihaknya harus turun lapangan unuk memastikan. ’’Ternyata, dari hasil razia masih saja ada biliar yang nekat beroperasi. Kami juga menemukan sejumlah botol minuman keras,’’ tegasnya.

Hal itu, lanjut Hatta, sudah melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Menurutnya, operasi cipta kondisi (cipkon) yang di laksanakan selama Ramadan ini, tidak lain untuk menekan penyakit masyarakat (pekat) atau praktik asusila.

Dengan demikian, satpol PP memastikan akan terus melakukan razia secara berkala selama puasa. Langkah tersebut sekaligus untuk menegakkan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Tertib Asusila.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia