Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Siswi SMP Dicabuli Pacar, Begini Cara Pelaku Melakukan di Dalam Kamar

16 Mei 2019, 23: 55: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Tindak pidana dugaan pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini, menimpa, SS, 14, warga Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Siswa SMP itu menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan kekasihnya sendiri sama-sama masih pelajar, MU, 14, warga Desa Ngrame,  Kecamatan Pungging.

Oleh keluarga kasus tersebut dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. Sejumlah barang bukti sudah sudah disita polisi. Di antaranya, fotokopi BPKB dua unit sepeda motor milik korban dan pelaku. ’’Penyidik juga sudah mengantongi hasil visum korban dari rumah sakit,’’ ungkap Paur Baghumas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati kemarin.

Untuk mengungkap fakta di balik dugaan pencabulan ini polisi juga masih melakukan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan). Termasuk memeriksa saksi korban. Tri mengungkapkan, dugaan pencabulan pelajar ini terjadi Maret lalu. Namun, kasusnya baru dilaporkan pihak korban beberapa hari lalu. Kata dia, dalam laporan kepada polisi, saat itu pelaku memang mengubungi korban dengan maksud mengajak ketemuan.

Ajakan terlapor pun disambut manis. Korban yang kala itu berada di rumah lantas meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke rumah temannya. Tidak terpikir bakal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, orang tuanya pun mengizinkan. ’’Jika mau keluar, korban malah sekalian diminta menggilingkan kacang,’’ terangnya.

Sembari membawa kacang, korban kemudian pergi dari rumah. Namun, sesampainya di jalan tengah sawah Desa Gembongan, Kecamatan Mojosari, sehabis menaruh kacang di tempat penggilingan, korban dijemput oleh terlapor. Seketika korban diajak ke rumah terlapor di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging. Setibanya di rumah, korban lantas diajak masuk ke dalam kamar.

Meski awalnya menolak, namun korban tak bisa berbuat banyak. Setelah tangannya digandeng dan ditarik agar menuruti kemauan pelaku masuk dalam kamar.  Hingga ajakan itu berlanjut dengan dugaan pencabulan. ’’Untungnya tidak sampai menjurus pada persetubuhan. Hanya, tangan terlapor yang dimasukkan ke alat vital korban,’’ tegasnya.

Gagalnya persetubuhan ini, setelah korban berontak dan menolak ajakan terlapor. Kendati demikian, tindakan cabul ini berakhir damai. Meski awalnya tersimpan rapi, tak lama aksi hal itu terbongkar juga. Ibu korban yang curiga dengan gelagat korban tak seperti biasa berusaha menanyakan tentang peristiwa yang pernah dialami putrinya.

Dari situ, tidak terima dengan perlakuan terlapor, kasus ini kemudian dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto oleh orang tua korban.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia