Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Siswa MA Peraih Ranking 10 Besar Jatim

Ngontel Antar Laundry saat Sekolah, Taufiq Penggemar Mapel Matematika

16 Mei 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ahmad Taufiqurrahman duduk di teras rumahnya seusai pulang sekolah.

Ahmad Taufiqurrahman duduk di teras rumahnya seusai pulang sekolah. (Muh. Ramli/radarmojokerto.id)

Selagi berusaha dan mempunyai semangat membara dalam berlajar, kesuksesan sudah pasti akan diraih. Termasuk bagi Ahmad Taufiqurrahman.

Meski terlahir dari keluarga sederhana, siswa MA Bahrul Ulum, Jetis ini mampu mendapat nilai UNBK memuaskan. Bahkan, ia menempati ranking 10 besar tingkat MA se Jawa Timur (Jatim).

MESKI terlahir dari keluarga yang penuh keterbatasan, ia tetap gigih dalam belajar. Hal itulah yang dijalani Ahmad Taufiqurrahman. Terlahir dari orang tua sebagai tukang laundry, di Dusun Pasinan, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Taufiqurrahman mampu menorehkan prestasi membanggakan orang tua dan sekolah.

Nilai UNBK siswa Madrasah Aliyah (MA) Bahrul Ulum Jetis ini  mampu masuk peringkat tertinggi 10 besar tingkat MA se-Jatim. Pelajar kelahiran 26 Oktober 2001 itu mengaku, awalnya tidak percaya jika namanya tercantum dalam daftar nilai terbaik sepuluh besar nilai UNBK tertinggi se-Jatim tingkat MA negeri/swasta.

Di mana, Taufiqurrahman mampu memperoleh nilai dengan total 330.00. ”Nggak nyangka aja, awalnya saya pasrah, mau nilai berapa saja. Tapi, ada kabar dari kepala sekolah. Katanya nilai saya masuk 10 besar tertinggi se-Jatim,’’ katanya saat ditemui di rumahnya kemarin.

Taufiqurrahman mengaku prestasinya memang tak lepas dari doa orang tua dan usahanya dalam belajar setiap malam. Sebab, kata dia, dari kelas IX MA Bahrul Ulum hingga lulus, dirinya selalu mendapatkan peringkat pertama.

”Saya paling suka belajar matematika,’’ jelas putra pasangan Abdul Jalil dan Luayli Hamimah itu. Karena dia ingin terus mewujudkan cita-citanya sebagai pengusaha sukses. Dengan demikian, ia akan berusaha melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kendati untuk membayar kuliah ia berencana akan nyambi bekerja. ”Kemarin sudah persiapan daftar ke Universitas Airlangga, Surabaya,’’ tambahnya. Luayli Hamimah, 41, ibu Taufiqurrahman mengaku sangat bersyukur nilai UNBK putranya mampu masuk dalam 10 besar tingkat MA di Jatim.

Menurutnya, selama menjadi pelajar, Taufiqurrahman memang termasuk siswa yang gigih dalam belajar. Hampir setiap malam selalu dimanfaatkan untuk membuka dan mendalami mata pelajaran (mapel) sekolah. Kendati setiap hari tetap membantunya menjalankan usaha laundry.

Kata Hamimah, biasanya, sebelum berangkat sekolah, Taufiqurrahman lebih dulu mengatar laundry ke rumah pelanggan menggunakan sepeda ontel. Begitu juga saat sepulang sekolah. Anak kedua Hamimah ini harus mengambil baju di rumah-rumah pelanggan untuk dicuci di rumah.

”Dia (Taufiqurrahman, Red) jarang main. Sering belajar di rumah. Ya, semoga benar-benar sukses nanti kalau sudah tua,’’ harapnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia