Kamis, 23 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Features
Hafiz Quran Tunanetra (2-habis)

Bertekad Menembus Musabaqah Hifdzil Qur'an Internasional

16 Mei 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Gus Roqi berusaha memperbaiki kemampuan hafalan Alquran setiap hari.

Gus Roqi berusaha memperbaiki kemampuan hafalan Alquran setiap hari. (Farisma Romawan/radarmojokerto.id)

Kemampuan hafalan Alquran pemuda 18 tahun ini memang tak perlu diragukan lagi. Meski penglihatannya terbatas, namun suaranya yang merdu ditambah ingatannya yang kuat membuatnya beberapa kali menyabet gelar lomba Hifzil Quran. Tidak hanya di tingkat daerah atau provinsi, tapi juga sampai nasional.

Sebagai salah satu pemangku Pondok pesantren Quran, Gus Isyroqi Nur Muhammad Limi’roji tak bisa lepas dari aktivitas nderes atau membaca Alquran setiap hari. Tidak sekadar membaca, tapi juga melantunkannya secara tartil. Sehingga, terdengar jelas baik secara makhrajul huruf maupun panjang pendeknya huruf ayat per ayat berdasarkan tajwid dan gharib. Nah, kemampuan itulah yang rupanya mampu mengantarkannya pentas di sejumlah lomba Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ).

Tidak hanya sekadar ikut, tapi juga menjuarai lomba Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ). Mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Pengalaman itulah yang sampai saat ini terus menginspirasi cucu kedua KH Yahdi Mathlab itu dalam meningkatkan kemampuan hafalan serta tartilnya.

Sehingga nantinya bisa ditularkan ke semua santri dalam mengamalkan Quran sebagai pegangan dan tuntunan hidup baik di dunia maupun akhirat. Pengalaman Gus Roqi menjadi juara lomba MHQ dimulai di tingkat Kabupaten Mojokerto pada tahun 2012.

Saat itu, ia baru kali pertama turun dan langsung menyabet titel juara untuk kategori hafalan 10 juz. MHQ sendiri digelar layaknya sebuah kuis. Setiap peserta diuji untuk melantunkan salah satu surat dalam Alquran yang dipilih secara acak oleh juri.

Peserta juga diminta melanjutkan potongan ayat yang dibacakan secara acak oleh juri. Tentunya setiap peserta diuji tanpa melihat Alquran. Merasa penasaran dengan lomba MHQ, kemudian ia lanjutkan pada tingkat lebih tinggi yakni provinsi.

Tepatnya di tahun 2017, Gus Roqi kembali berhasil menyabet juara pertama MHQ 30 juz. Dan langsung diterbangkan ke Jakarta untuk mengikuti MHQ tingkat Nasional. Namun sayang, ia tidak mampu keluar sebagai juara dan hanya menyandang sebagai peserta terbaik.

Pun demikian di MHQ tingkat Provinsi Jatim tahun 2018, dia hanya mampu keluar sebagai juara 3 MHQ 30 juz. ’’Tahun 2018 saya ikut MHQ 30 juz tingkat Nasional di Jakarta, tapi saat itu tak jadi juara,’’ terangnya. Meski demikian, Gus Roqi tak patah arang dalam mewujudkan mimpinya. Yakni mampu mewakili Indonesia di MHQ tingkat Internasional.

Di mana, ia ingin mengantarkan muslim Indonesia khususnya di tanah Jawa memiliki kemampuan dalam mengamalkan Alquran sama seperti pemeluk agama Islam dari seluruh penjuru dunia, baik dari tanah Arab atau dari bangsa lainnya. ’’Mimpi saya bisa menjadi juara MHQ tingkat internasional. Bisa pergi ke luar negeri,’’ pungkas putra KH Syaifudin Yahdi. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia