Minggu, 18 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersinggung Minta Diceraikan, Suami Sabet Istri dengan Sebilah Sabit

15 Mei 2019, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno menunjukkan barang bukti dan menginterogasi tersangka KDRT Eko Heri Susanto di mapolres.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno menunjukkan barang bukti dan menginterogasi tersangka KDRT Eko Heri Susanto di mapolres. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO - Eko Heri Susanto, 37, warga Dusun Pandan, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dipastikan akan menghabiskan Lebaran di sel tahanan Polres Mojokerto.

Bapak dua anak itu dilaporkan istrinya, Arik Iswati, 33, atas kasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bahkan, pelaku juga menyabet istrinya sampai tiga kali menggunakan sabit. ’’Masalahnya satu, istrinya ingin dicerai, tapi dia (pelaku) tidak mau,’’ kata Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, di mapolres Senin (13/5).

Permintaan cerai itu setelah korban menduga suaminya punya wanita idaman lain (WIL). Menurut Setyo, penganiyaan berujung pidana ini terjadi Kamis (9/5) pukul 05.00 pagi. Saat itu, tersangka bersama anaknya datang ke lapak tempat berjualan milik korban di Pasar Pandan, Kecamatan Pacet, dengan maksud meminta sarapan.

Seketika itu, pelaku menyuruh korban untuk pulang ke rumah. ’’Tersangka melarang korban berjualan, karena tersangka merasa cemburu,’’ tandasnya. Permintaan itu membuat keduanya terlibat cek-cok. Pertengkaran itu hingga berujung mendatangkan kedua orang tua masing-masing untuk dimediasi sekaligus meredam.

Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Mereka kembali terlibat cek-cok setelah belum ada titik temu. Mediasi pun kembali dilakukan. Kali ini, mereka melibatkan perangkat desa. Namun, mediasi antara keduanya lagi-lagi menemui jalan buntu. Sang istri keukeuh meminta agar suaminya menceraikan dia.

’’Akhirnya, pelaku tidak terima dan membacok korban sampai tiga kali dengan sabit,’’ tuturnya. Sabit yang diayunkan pelaku tersebut mengenai punggung sebelah kanan, kiri, dan tangan korban. Tidak terima atas perlakuan tersangka, korban lantas melaporkan kasus KDRT ini ke Mapolres Mojokerto.

Bermodal laporan itu petugss kemudian menangkap pelaku di rumahnya. Bersama tersangka, petugas menyita barang bukti. Di antaranya, pakaian korban yang masih terdapat bercak darah, dan satu buah sabit. Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 44 ayat 1, UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia