Selasa, 20 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Ekonomi

Harga Cabai Makin Pedas, Gula Mulai Merangkai Naik

15 Mei 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pedagang bumbu dapur di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto sedang merapikan dagangannya.

Pedagang bumbu dapur di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto sedang merapikan dagangannya. (Farisma Romawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Sepuluh hari memasuki bulan Ramadan, namun lonjakan harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok di pasaran belum juga menunjukkan angka stabil.

Sejumlah komoditi bahkan mengalami peningkatan pesat sejak sepekan terakhir. Setelah bawang putih yang sempat meroket hingga tiga kali lipat, kini giliran cabai yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Disusul sejumlah bumbu dapur lainnya yang turut mengalami peningkatan harga.

Ancaman lonjakan harga ini diprediksi semakin tak terkendali di sejumlah komoditi lain sampai tiga pekan mendatang. Selain tingginya permintaan, pasokan sejumlah bahan pokok dari daerah lain juga mulai dikurangi lantaran ketersediaan yang menipis.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di sejumlah pasar tradisional di Kota Mojokerto, harga cabai kini telah mencapai Rp 44 ribu per kilogram (kg). Atau naik 30 persen dari harga sebelumnya yang hanya Rp 35 ribu per kg. Lonjakan sebanyak itu baru terjadi sejak sepekan silam atau sejak awal Ramadan lalu.

’’Enam hari lalu cabai kecil naiknya tinggi sekali. Ditambah tomat dan bumbu dapur lain,’’ tutur Ardian Firmansyah, pedagang Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto kemarin. Ya, kenaikan memang masih tertuju pada komoditi jenis bumbu dapur.

Seperti tomat yang kini mencapai Rp 18 ribu dari sebelumnya hanya Rp 10 ribu per kg. Termasuk bawang putih yang sampai saat ini masih bertahan di angka Rp 65 ribu per kg. Nominal sebanyak itu sudah berlangsung sejak dua pekan lalu atau sebelum memasuki puasa.

’’Barangkali ada temuan oknum yang melakukan penimbunan, nanti akan ada penindakan oleh APH (aparat penegak hukum),’’ kata Kasi Perdagangan Disperindag Kota Mojokerto, Ganesh P. Kresnawan.

Tidak hanya di wilayah kota, kenaikan dan minimnya pasokan bahan pokok juga terjadi di kabupaten yang terdiri dari 18 kecamatan. Namun persentase lonjakannya tidak sejauh seperti di kota. Di antaranya bawang putih yang masih bertahan di angka 40 ribu dari yang sebelumnya Rp 47 ribu perkg.

Pun demikian dengan cabai yang sempat meroket hingga di nominal Rp 38 ribu per kg di empat pasar besar sepekan lalu. Namun, harga itu kini berangsur-angsur turun meski masih di kisaran angka Rp 30 ribu per kg.

’’Memang, sejak awal kita terapkan operasi pasar (OP) selama 30 hari penuh untuk mengendalikan harga dan pasokannya,’’ tutur Kadisperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto.

Sementara itu, Kabulog Subdivre Surabaya Selatan, Kurniawan mengaku sudah mengantisipasi lonjakan harga dan keterbatasan pasokan bahan pokok selama Ramadan. Yakni, dengan menggelar OP di 6 pasar besar di Mojokerto, dua di wilayah kota dan empat di wilayah kabupaten.

Namun, dari sekian jenis bahan pokok yang digelontorkan, Bulog tidak menyediakan bahan dapur sebagai komoditi yang mengalami fluktuasi paling signifikan.Seperti cabai maupun bawang putih. Di mana, OP justru hanya menggelontorkan bahan pokok, seperti minyak, gula, tepung hingga beras.

Untuk minyak, Bulog mampu menyediakan hingga seribu liter perhari, termasuk gula sebesar 2 ton, tepung 300 kg, dan beras medium 2 ton perhari. ’’Kalau cabai kita memang tidak memasok. Tapi, kalau bawang putih, akan kita coba 300 kg dulu. Karena memang permintaanya banyak,’’ tuturnya.

Meski demikian, Wawan sapaan akrab Kurniawan memprediksi gula bakal mengalami peningkatan pesat dalam waktu dekat. Bahkan, bisa jadi akan mengancam kelangkaan, mengingat tingginya permintaan tak dibarengi dengan jumlah pasokan. Hal ini tak lepas dari produktivitas gula yang baru dibuka di bulan ini atau baru masuk musim giling.

’’Gula kita pasok lebih banyak karena sebentar lagi sudah mendekati Lebaran. Kita tidak bisa impor, yang bisa kita lakukan hanya rotasi distribusi komoditas dari satu daerah ke daerah lain. Termasuk bawang putih yang kita coba pasok dari Subdivre Surabaya Utara,’’ tandasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia