Kamis, 23 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dicekoki Miras, Dua Siswi SMP Negeri lalu Disetubuhi Teman Sendiri

12 Mei 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokah menginterogasi dua tersangka saat pers rilis di mapolresta.

Kasatreskrim Polresta Mojokerto AKP Ade Warokah menginterogasi dua tersangka saat pers rilis di mapolresta. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Nasib malang menimpa dua siswi SMPN di Kota Mojokerto, CA dan PT.  Kegadisan mereka yang rata-rata masih berusia 13 tahun telah direngut temannya sendiri.

Sebelum disetubuhi, terlebih dulu korban dicekoki minuman keras jenis arak. Ironisnya, satu dari dua pelaku masih berstatus sebagai pelajar SMK di Kota Mojokerto. Kedua pelaku berinisial DS, 18, dan BD, 24. Mereka adalah warga Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Kasatreskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Waroka menjelaskan, kasus persetubuhan anak di bawah umur ini terungkap dari laporan orang tua korban CT. Itu setelah CT tidak pulang selama tiga hari, terhitung sejak 4 - 6 Mei  lalu. Setelah dicari, ternyata CT berada di rumah DS di area Kecamatan Mojoanyar. "Setelah diinterogasi, memang korban sengaja tidak pulang karena takut," ungkapnya.

Alasan ini membuat orang tua korban menaruh curiga. Setelah korban akhirnya mengaku sebelumnya menjadi korban persetubuhan pelaku. Pengakuan korban membuat orang tua CT meradang. Tak terima atas perlakukan pelaku, kasus ini kemudian dilaporkan ke Mapolresta Mojokerto, Selasa (7/5). Tak butuh waktu lama, petugas menangkap pelaku di rumahnya.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata kasus persetubuhan tersebut terjadi pada Sabtu (4/5) di tempat kos-kosan Desa Mlirip, Kecamatan Jatis, Kabupaten Mojokerto. "Pencabulan ini diduga sudah direncanakan pelaku sebelumnya," tandas Warokah.

Dugaan itu dikuatkan sebelum pencabulan dilakukan, dulu pelaku lebih dulu mencekoki korban dengan miras jenis arak. Setelah korban tak sadarkan diri akibat terpengaruh miras, seketika mereka menyetubuhi korban.

CT khawatir kegadisan yang direngut pelaku diketahui orang tuanya. Karenanya ia enggan kembali ke rumah. Namun, lambat waktu kasus itu terendus orang tuanya. "Sebenarnya mereka ini teman. Tapi, karena korban terus dipengaruhi pelaku, akhirnya terjadilah persetubuhan ini," paparnya.

Petugas juga mengungkap fakta baru. Dugaan pencabulan tersabut tidak hanya menimpa CT, melainkan turut dialami teman CT, PT. Siswi SMP ini menjadi korban pencabulan yang dilakukan BD. "Jadi, dalam kasus ini ada dua korban dan dua pelaku. Soal tempat dan modusnya sama," tuturnya.

Apakah sebelumnya ada ancaman terhadap korban, Warokah menegaskan tidak ada. "Yang jelas, perbuatan ini dilakukan para pelaku saat korban tak sadarkan diri akibat pengaruh arak," tegasnya. Kini, kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka langsung dilakukan penahanan.

Mereka dijerat pasal 82 ayat 1, UU Nomor 17 Tahun 2016 perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia