Kamis, 23 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ruang Kelas Dipenuhi Lumpur, Ratusan Buku Perpustakaan pun Terendam

09 Mei 2019, 22: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Siswa-siswi SDN Tempuran, Kecamatan Sooko, bergotong royong membersihkan ruang kelas pasca diterjang banjir selama 6 hari.

Siswa-siswi SDN Tempuran, Kecamatan Sooko, bergotong royong membersihkan ruang kelas pasca diterjang banjir selama 6 hari. (Muh. Ramli/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Setiap bencana selalu menyisakan kesedihan. Selain aktivitas warga lumpuh, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa dan guru ikutan terganggu.

Hal itulah yang selama 6 hari kemarin terjadi di SDN Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Ruang kelas siswa dipenuhi lumpur. Ratusan buku pelajar basah dan mengalami kerusakan.

Bencana memang selalu menyisakan kepedihan. Pun demikian dengan banjir yang akhir-akhir ini dialami warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Selain ratusan warga terjangkit berbagai penyakit, Rabu (8/5) ratusan siswa-siswi SDN Tempuran kambali harus mengurungkan niatnya untuk bisa belajar dengan nyaman dan tenang.

Pasalnya, ruang kelas yang menjadi tempat menimbah ilmu, dipenuhi lumpur pasca banjir yang mengenangi sekolah mereka selama 6 hari belakangan. Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, setidaknya terdapat sebanyak 12 ruangan yang harus mereka bersihkan dengan secara manual.

Dengan harapan bisa belajar dengan tenang pada esok hari.  Komite sekolah memastikan, kemarin tidak ada KBM di sekolah. Pihak sekolah memilih fokus untuk mengajak 186 siswa membersihkan lumpur sisa banjir. Setelah semua ruangan bersih dan meja kursi kembali ditata, para siswa pun dipulangkan.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 nampak para dewan guru, siswa-siswi dibantu wali murid, dan anggota TNI bergotong royong membersihkan seluruh ruang kelas, kantor hingga ruang UKS. Sejumlah peralatan sekolah, seperti bangku dan kursi terpaksa dikeluarkan lebih dulu untuk memudahkan proses pembersihan ruang kelas dari lumpur bekas luapan banjir.

Itu mereka lakukan dengan menggunakan peralatan seadanya. Nampak para siswa membersihkan ruangan belajar mereka. Dari mulai mengelap peralatan belajar hingga mengeluarkan air dan lumpur yang tergenang di dalam ruang kelas.

”Banjir di SDN Tempuran terjadi sejak hari Rabu lalu (1/5). Dan hari ini (kemarin, Red) baru surut. Semua ruangan kamasukan air, termasuk ruangan guru dan UKS,’’ ungkap guru SDN Tempuran, Caroline Suprobowati.

Dan kemarin seluruh siswa-siswi di SDN Tempuran tidak ada pelajaran. Meraka hanya fokus bersih-bersih ruang kelas agar bisa digunakan kembali nantinya. ”Ada 12 ruangan yang dibersihkan hari ini (kemarin, Red). Mulai dari ruang kelas siswa, ruang guru hingga ruang UKS,’’ kata dia.

Tidak hanya itu, akibat luapan avur Kali Gunting, tidak hanya membuat puluhan ruangan di SDN Tempuran dipenuhi lumpur, melainkan sejumlah fasilitas sekolah turut mengalami kerusakan. ”Di ruang perpustakaan, kurang lebih ada 500 buku yang terendam hingga kini masih basah. Ada juga lemari yang rusak,’’ tuturnya.

”Sempat kaget, ruang kelas kotor semua karena banjir. Niatnya tadi (kemarin, Red) mau sekolah, di sini malah kerja bakti,’’ kata Indah, 11, salah seorang siswa kelas VI SDN Tempuran. Indah berharap semoga banjir tak kembali melanda Desa Tempuran. Selain mengganggu aktivitas belajar, tempat tinggalnya juga terdampak banjir.

 ”Kalau banjir seperti ini terus, belajar tidak bisa lancar. Semoga tidak banjir lagi,’’ kata dia. Sementara di lokasi, genangan air masih terlihat di halaman ruang kelas VI SDN Tempuran. Ketinggian genangan air tinggal semata kaki. Para siswa harus berjalan memutar melalui ruang kelas di sisi utara untuk menghindari genangan air itu.

Tidak hanya itu, banjir selama 6 hari di Desa Tempuran merendam TK Persatuan Dharma Wanita. Sekolah ini terletak di depan SDN Tempuran, atau berada dalam satu kompleks dengan Kantor Desa Tempuran. Namun, pagi kemarin KBM di sekolah tersebut sudah berjalan normal. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia