Kamis, 23 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Alexa, Juara Raki Cilik Jatim 2019 Berkat Jawaban Perangi Korupsi

08 Mei 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Alexa Salsabila Putri mengangkat trofi usai dinobatkan sebagai Raki Cilik Jatim 2019, Sabtu (4/5).

Alexa Salsabila Putri mengangkat trofi usai dinobatkan sebagai Raki Cilik Jatim 2019, Sabtu (4/5). (Anita Mardiana for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Kerja keras tak akan mengkhianati hasil. Setiap orang yang berusaha, pasti akan menuai buahnya. Termasuk saat berkompetisi sebagai duta wisata atau Raka Raki Cilik tingkat Jawa timur 2019 akhir pekan kemarin.

Alexa Salsabila Putri, bocah asal Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto ini berhasil mencuri perhatian dewan juri. Sama seperti di pemilihan duta sebelum-sebelumnya. Tidak ada firasat aneh yang dialami bocah 10 tahun ini saat kali pertama turun di Pemilihan Raka Raki Cilik Jatim 2019, Jumat (3/5).

Semua tahapan lomba dijalani dengan sungguh-sungguh dan apa adanya. Sempat muncul rasa khawatir dalam benak Anita Mardiana Fitria, lantaran jumlah pesaingnya mencapai 150-an anak, perwakilan dari seluruh daerah se-Jatim. Namun, kekhawatiran itu akhirnya sirna saat nama Alexa Salsabila Putri, bocah asal Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, ini diumumkan juri lolos menuju babak 15 besar yang berlangsung esok harinya.

Sehingga masih ada kesempatan untuk berbenah dan bersaing kembali dalam merebut tahta juara Duta Wisata Cilik pada babak final yang berlangsung di Grand City Mall Surabaya, Sabtu (4/5) lalu. Tidak seperti di hari pertama, persaingan di hari kedua kali ini begitu sengit dan mendebarkan. Di mana, peserta yang lolos merupakan yang terbaik dari paling baik.

Untuk bisa terpilih sebagai duta cilik, putri pertama pasangan Anita Mardiana dan Dudung Arief Rahmanto ini harus menguasai sejumlah keterampilan dan bakat. Nah, disinilah kompetensi Alexa diuji. Di mana, ia memilih presenting dan dai kecil sebagai spesialisasi keterampilan.Tidak hanya pidato biasa.

Siswa yang kini duduk di bangku kelas IV SD itu justru memilih bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam membacakan narasi berita dan maupun isi ceramah. Keunggulan inilah rupanya memikat juri untuk meloloskannya ke babak 5 besar. Persaingan pun berlanjut pada detik-detik paling mendebarkan saat ia harus melewati tantangan terakhir untuk bisa terpilih sebagai pemenang duta wisata cilik.

Di mana, ia harus bisa menjawab pertanyaan juri secara langsung dan lugas di hadapan penonton. Di sinilah mental Alexa benar-benar teruji saat ditanya soal korupsi. Dengan lantang ia menjawab akan memerangi bahaya korupsi agar tidak menjalar sampai ke generasinya. Jawaban itulah yang akhirnya memantapkan lima juri memilihnya sebagai pemenang Raki (sebutan untuk peserta perempuan) Jatim tahun 2019.

’’Mungkin jawaban itu yang dinilai juri sebagai jawaban paling baik dari semua peserta,’’ tutur Anita Mardiana Fitria, ibunda Alexa. Anita mengaku tidak banyak persiapan yang dilakukan anak pertamanya itu saat turun di perhelatan tahunan yang digelar Dispora Jatim tersebut. Praktis hanya tiga minggu sejak pertama kali daftar hingga pemilihan.

Bahkan, Alexa sempat tidak memiliki waktu belajar lantaran turut serta liburan bersama keluarga ke Malaysia selama beberapa hari. ’’Malah bisa dibilang persiapannya cuman tiga hari saja. Karena sebelum ikut di Raka Raki, Alexa ikut saya liburan ke Malaysia,’’ tambahnya. Akan tetapi, kecerdasan dan keterampilan Alexa yang sudah terasah cukup menjadi modal untuk bersaing di level Jatim.

Khususnya kemampuan bahasa Inggris yang menjadi nilai lebih. Bahkan, kemampuan speaking Alexa menjadi yang terbaik ketimbang peserta lain. Ditanya soal kompetensi itu, Anita mengaku sudah membekali Alexa sejak usia 9 bulan atau belum genap setahun. Di mana, putri pertama dari 3 bersaudara itu sudah disekolahkan khusus ke pusat pendidikan anak usia dini.

Pun ketika memasuki usia TK hingga SD, ia juga mendapat asupan materi bahasa Inggris, baik di sekolah maupun di rumah. ’’Saat komunikasi dengan ayahnya juga sering menggunakan bahasa Inggris. Mungkin itu yang membuat keterampilan speaking-nya cukup lancar,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia