Rabu, 23 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ratusan Korban Banjir Terpapar Penyakit, Tiga Dilarikan ke Rumah Sakit

08 Mei 2019, 20: 13: 21 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wariadi, korban banjir Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, menjalani perawatan intensif di RS Sakinah akibat terjangkit ISPA.

Wariadi, korban banjir Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, menjalani perawatan intensif di RS Sakinah akibat terjangkit ISPA. (Muh. Ramli/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Warga terdampak banjir di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, mulai dihinggapi beragam penyakit. Setidaknya sudah ada ratusan warga diketahui terpapar penyakit.

Bahkan, tiga di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif akibat terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Kabid Yankes Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Agus Suyono mengatakan, rekapitulasi data kesehatan warga terdampak banjir dari empat puskesmas, diketahui setidaknya 150 warga desa terdampak banjir terjangkit berbagai penyakit.

Meliputi, 56 orang mengalami gatal-gatal, 41 orang mengidap myalgia (nyeri otot), 23 orang terserang ISPA, 10 warga mengalami cepalgia (sakit kepala), gastritis (nyeri lambung) 4 orang, gastroenteritis 2 (usus terkena virus) orang, hepertensi (darah tinggi) 8 orang, demam 3 orang, kaki terluka tertusuk pecahan kaca (beling) 1 orang, hipotensi (darah rendah) 1 orang, dan sakit gigi 1 orang. 

Data tersebut berdasarkan laporan yang dikumpulkan dari Puskesmas Sooko, Kedungsari, Gedek, dan Puri yang dikerahkan ke lapangan membantu pemeriksaan kesehatan dan pengobatan warga di posko pengungsian dan permukiman terdampak banjir. Agus menyatakan, karena ada 3 warga yang kondisi membutuhkan perawatan lebih lanjut, pihaknya memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit.

Masing-masing ke RS Sakinah 2 orang akibat mengalami sesak napas atau ISPA, dan 1 orang dirujuk ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, setelah kakinya terluka akibat tertusuk pecahan kaca. ”Untuk data umur tidak ada, karena itu hasil dari rekapan secara global puskesmas.

Di lapangan sangat banyak yang kita harus lakukan,’’ katanya. Selain itu, lanjut Agus, pihaknya meyakinkan akan terus melakukan pemantaun dan siap siaga dalam menjaga kesehatan warga. Paling tidak, nantinya, kata dia, Dinkes akan menurunkan tim kesehatan dari masing-masing puskemas secara bergantian.

”Kami juga bekerja sama dengan semua eleman. Tapi, untuk kesehatan, Dinkes sebagai koordinatornya. Yang turun tidak hanya puskesmas, tapi bidan desa juga ada,’’ jelasnya. Sementara itu, Wariadi, 48, korban terdampak banjir di Desa Tempuran saat ini masih dirawat intensif di RS Sakinah.

Ia mengaku sudah menjalani perawatan sejak Minggu (5/5) lalu. Hal itu diketahui setelah dirinya terjangkit ISPA. ”Awalnya batuk dan panas. Setelah diperiksa oleh tim kesehatan, ternyata saya harus dirujuk ke rumah sakit,’’ tandasnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia