Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Perekaman Biometrik sekarang Jadi Syarat Penerbitan Visa Haji

08 Mei 2019, 03: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

CJH asal Kabupaten Mojokerto melakukan perekaman biometrik di Kantor VFS Tafsheel, Surabaya, Jumat (3/5).

CJH asal Kabupaten Mojokerto melakukan perekaman biometrik di Kantor VFS Tafsheel, Surabaya, Jumat (3/5). (Ahmad Basuni/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Persiapan kebutuhan dokumen calon jamaah haji (CJH) reguler asal Kota dan Kabupaten Mojokerto selangkah lagi rampung. Hampir seluruh CJH yang telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama telah menuntaskan perekaman biometrik (3/5).

Scan data tersebut dijadikan salah satu syarat sebagai penerbitan visa. Tahapan perekaman biometrik musim haji tahun ini memang berbeda dibanding sebelumnya. Tahun lalu, proses perekaman dilakukan ketika jamaah turun di Tanah Suci. Baik di Bandara Jeddah maupun Bandara Madinah.

”Tapi, sekarang di balik dan dimajukan. Harus merekam biometrik dulu karena dipakai sebagai syarat penerbitan visa,” terang Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali.

Selain itu, terdapat tiga syarat lainnya yang juga wajib dipenuhi sebelum dokumen itu diterbitkan. Antara lain, harus mengantongi sertifikat imunisasi meningitis, kemudian berstatus isthitaah (mampu) kesehatan, serta bukti pelunasan sisa setoran awal haji.

Oleh karena itu, perekaman biometrik kali ini dijalani setiap CJH yang telah melunasi BPIH tahap pertama dan berakhir 15 April lalu. Untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, proses perekaman dilakukan di Kantor VFS Tafsheel di BG Junction, Surabaya.

Mukti menyebutkan, banyaknya jamaah di Kabupaten Mojokerto membuat Kemenag membagi penjadwalan secara bergelombang. Gelombang pertama telah dilakukan pada Selasa (30/4) lalu dengan jumlah 566 CJH. Kemudian dilanjut Jumat (3/5) kemarin dengan jumah yang sama. ”Ada sisa sekitar 50-an lebih jamaah nanti kita jadwalkan gelombang berikutnya,” tandasnya.

Begitu juga dengan 172 CJH yang berhak melunasi BPIH tahap kedua yang dibuka sejak 30 April. Mereka yang telah melunasi akan menyusul melakukan perekaman biometrik. Setidaknya, agenda itu bakal dilakukan setelah proses pelunasan CJH khusus penggabungan mahram, lansia, dan cadangan ditutup 10 Mei nanti.

”Kita belum tahu yang betul-betul bersedia melunasi berapa orang,” ujarnya. Dari update hingga Jumat (3/5), belum ada pergerakan signifikan pelunasan BPIH di tahap kedua. Tercatat baru 14 orang yang membayar sisa setoran awal ongkos haji.

Mukti menyebutkan, kebanyakan masih dalam tahap pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Pasalnya, tahapan medis dan vaksinasi haji dijadikan sebagai syarat pelunasan. Kecuali bagi 109 CJH cadangan yang diberi kesempatan melunasi di tahap kedua ini.

Mereka hanya dipersyaratkan menyerahkan surat pernyataan kesediaan berangkat dan tidak berangkat ke kantor Kemenag. ”Mereka (CJH cadangan, Red) bisa berangkat kalau ada sisa kuota, tapi kalau sudah terpenuhi tidak bisa berangkat,” tandasnya. Sementara itu, sebanyak 117 CJH asal Kota Mojokerto yang telah meunasi BPIH juga lebih dulu menyelesaikan perekaman biometrik.

Kasi PHU Kemenang Kota Mojokerto, Bambang Sunariyadi mengatakan, Kota Onde-Onde telah mendapat jadwal pertama kali dari Kanwil Jatim untuk melakukan perekaman. ”Sudah beres semuanya,” sambungnya.

Sementara untuk pelunasan BPIH tahap kedua, Kota Mojokerto mendapat jatah 11 CJH yang berhak melunasi. Jika seluruhnya terlunasi, maka yang berangkat menjalani rukun Islam yang kelima tahun ini sebanyak 128 jamaah.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia