Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Komplotan Pembobol Dua Brankas SMKN 1 Pungging Ditembak Polisi

05 Mei 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Empat dari lima komplotan pembobol brankas SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto saat ditangkap Satreskrim Polres Mojokerto.

Empat dari lima komplotan pembobol brankas SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto saat ditangkap Satreskrim Polres Mojokerto. (Satreskrim Polres Mojokerto for radarmojokerto.id.)

MOJOKERTO - Pelarian komplotan pembobol dua brankas SMKN 1 Pungging, Kabupaten Mojokerto, pada 28 Maret lalu berakhir. Dari lima pelaku, empat orang berhasil ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Mojokerto saat mencari sasaran baru di kawasan Wisata Telaga Sarangan, Magetan, pada Jumat (3/5).

Mereka ditembak setelah mencoba melawan petugas dan berusaha kabur. Keempatnya adalah Purwanto, 32, warga Desa/Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi; Irvan Rolobessy 27, warga Jalan Gelogor Carik Nomor 15 DPS, Dusun Gunung, Desa Pamogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali; Ali Maruapey, 37, warga Jalan Tial, Salahutu Maluku Tengah yang tinggal di Cakung Barat, Jakarta Timur; dan Erik Faisal, 27, warga Jalan Kelapa Molek II, Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

’’Sebenarnya ada lima pelaku, empat pelaku berhasil kami tangkap, dan satu masih DPO (daftar pencarian orang),’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery, kemarin (4/5). Keempat tersangka ditangkap setelah satu bulan polisi melakukan pengejaran.

Berbekal sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV (closed circuit television) yang diamankan dari tempat kejadian perkara (TKP), petugas akhirnya bisa mengungkap ciri-ciri dan identitas komplotan pelaku. Empat tersangka ditangkap di area Wisata Telaga Sarangan, Magetan Jumat (3/5) pukul 12.30. Setelah sebelumnya berpindah-pindah tempat persembunyian. ’’Kebetulan saat ditangkap mereka hendak mencari sasaran (pencurian),’’ tegasnya.

Dalam drama penangkapan itu, petugas menembak betis para tersangka setelah mencoba melawan dan berusaha kabur. Saat penyergapan di dalam penginapan, pelaku hendak melarikan diri hingga sempat menendang petugas. Namun, petugas berhasil melumpuhkan mereka setelah melepaskan tembakan.

Irvan dan Erik ditembak di betis kanan. Sedangkan Ali dan Purwanto ditembak di kedua betisnya. ’’Purwanto ini merupakan otak pencurian. Dia yang berperan mencari sasaran,’’ papar Fery. Kendati sebagai otak pembobolan brankas, saat membobol brankas Purwanto sengaja tidak turut serta mengeksekusi ke SMKN 1 Pungging.

Dia menunggu dalam mobil Daihatsu Sigra Nopol B 2480 TYD sembari mengawasi situasi di luar sekolah. Sementara empat pelaku lainnya berperan mengeksekusi dua brankas. Modusnya, tersangka bersama-sama masuk ke dalam ruang bendahara SMKN 1 Pungging melewati area makam dan melompat pagar timur sekolah.

Selanjutnya mereka merangsek ke dalam ruangan dengan melepas baut teralis jendela menggunakan obeng. Berikutnya membobol dua brankas. Fery menyebut, para tersangka tergolong profesional. Terbukti, hanya membutuhkan waktu selama 30 menit, komplotan yang dikenal dengan kelompok Ambon ini mampu membongkar dua brankas berisi uang setengah miliar lebih di ruang tata usaha (TU) sekaligus bendahara sekolah.

Satu brankas berisi Rp 414,2 juta, satu brankas lainnya Rp 92,4 juta. Sedianya uang tersebut akan digunakan untuk melunasi biaya studi wisata atau rekreasi ke Pulau Dewata, Bali, bagi siswa kelas XII pada 2-5 April lalu. Sebagian lainnya adalah uang hasil potongan koperasi guru, UKK, dan Purnawidya.

’’Total kerugian Rp 506,7 juta. Uang itu dibagi lima, masing-masing tersangka mendapat jatah Rp 70 juta. Sisanya untuk hiburan, foya-foya, biaya hidup, dan modal mencari sasaran (pembobolan brankas) selanjutnya,’’ bebernya.

Fery menegaskan, komplotan ini adalah pemain lama dan sudah beraksi di beberapa TKP antarakota antarprovinsi. Di antaranya, di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah (Jateng) dengan kerugian Rp 200 juta dan Kabupaten Purbalingga, Jateng  dengan nilai kerugian empat laptop berbagai merek.

’’Ada beberapa tempat lain juga. Tapi, tidak diketahui kotanya, karena pelaku tidak hafal lokasi. Jadi, mereka ini memang sudah spesialis bobol sekolah antarkota antarprovinsi. Sasarannya laptop dan brankas,’’ papar Fery. Sehingga saat beraksi di SMKN 1 Pungging Kamis (28/3) dini hari, tidak sulit bagi mereka.

Para tersangka dikenal memiliki skill dalam meredam aktivitas kejahatan agar tidak mengundangperhatian. Untuk membuka dua brankas, mereka sengaja memanfaatkan karpet sebagai alas kotak brankas agar tidak menimbulkan kegaduhan. Dari situ, para tersangka kemudian membuka paksa menggunakan linggis.

’’Sebelumnya para tersangka sudah survei ke lokasi hingga tiga kali. Dan itu terekam CCTV sekolah,’’ beber Fery. Ia juga memastikan tidak ada keterlibatan orang dalam. Termasuk dua satpam yang sedang berjaga pada malam itu.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Yakni, dua buah sebo penutup wajah, dua linggis, lima obeng, pakaian, handphone, dan beberapa ATM. Selain itu, satu unit mobil Daihatsu Sigra warna abu-abu metalik Nopol B 2480 TYD.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia