Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kernet Bus Tikam Preman Terminal dengan Pisau, Diduga Bermotif Dendam

03 Mei 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas Satreskrim Polresta Mojokerto menggali keterangan korban di RS Gatoel, Kota Mojokerto.

Petugas Satreskrim Polresta Mojokerto menggali keterangan korban di RS Gatoel, Kota Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Keributan antara preman dan kernet bus hingga berujung penganiayaan terjadi di Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, Kamis (2/5). Korban, Sutik, 45, warga Nganjuk, harus dilarikan ke UGD RS Gatoel.

Pria yang belakangan ini juga dikenal sebagai preman terminal itu mengalami luka tusakan menggunakan pisau. Diduga pelakunya adalah Arifin alias Temon, warga asal Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kini ia masih dalam pengejaran polisi. Arifin kabur setelah menganiaya korban.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, keributan keduanya terjadi sekitar pukul 11.30. Saat itu, warga di dalam terminal dikejutkan dengan perkelahian antara keduanya. ’’Saat kita lihat korban sudah dalam kondisi terkapar di lantai,’’ ungkap seorang pedagang, AL.

Belum diketahui pasti motif di balik keributan berujung penikaman ini. Saat AL mendekati lokasi tepatnya di depan ponten terminal, korban sudah dalam kondisi tersungkur dan terdengar merintih kesakitan. Sedangkan di lantai sudah tercecer darah korban. ’’Awalnya, saya kira keributan biasa. Ternyata sampai ada penusukan,’’ tandasnya.

Sebab, beberpa hari sebelumnya, antara korban dan pelaku sempat terlibat percekcokan dan berkelahi. Namun, peristiwa yang terjadi malam hari itu langsung bisa diredam warga dan petugas yang berada di dalam terminal.

Namun, diduga karena masih menyimpan amarah, Kamis (2/5) pelaku diduga melakukan balas dendam. Dengan membawa pisau dapur, Arifin lantas menikam korban sebanyak tiga kali hingga korban bersimbah darah. ’’Sepertinya sudah direncanakan. Kan pelakunya sudah bawa pisau,’’ tandasnya.

Warga lantas membawa korban ke RS Gatoel, Kota Mojokerto. ’’Korban mengalami tiga luka tikaman,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta AKP Ade Waroka. Tiga luka akibat tusukan pisau itu ada di bagian pinggang kiri, paha kiri, dan tangan kiri korban. ’’Untuk seberapa parahnya, sekarang masih kita koordinasikan dengan dokter,’’ tambahnya.

Hingga Kamis (2/5) pihaknya belum bisa menyimpulkan apa motif di balik penusukan ini. Yang jelas, lanjut Waroka, dari sejumlah saksi yang dihimpun, beberapa hari sebelumnya antara pelaku dan korban terjadi cekcok dan keributan dalam terminal. ’’Bisa jadi, karena dendam. Tapi, itu dugaan sementara, karena pelaku masih kita kejar,’’ bebernya.

Belakangan diketahui, pelaku dan korban sudah saling mengenal, bahkan teman dekat. Keduanya diduga sama-sama preman yang biasa mangkal dalam Terminal Kertajaya. Korban diketahui sebagai orang yang mengatur jadwal keluarnya armada bus hijau.

Sedangkan pelaku tak jarang sebagai kernet bus hijau jurusan Mojokerto - Surabaya. Bahkan, Waroka menyebut, sebelum terjadi penikaman, korban dan pelaku sempat terlibat ngobrol di lokasi. ’’Jadi, keduanya ngobrol kemudian pelaku langsung menusuk korban,’’ tandasnya.

Dari TKP (tempat kejadian perkara) petugas mengamankan sebilah pisau yang sengaja dibuang pelaku ke tempat sampah.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia