Kamis, 23 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

BNNK Tes Urine ASN Pemkot, Seluruh Pejabat Dinyatakan Negatif Narkoba

02 Mei 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas BNNK Mojokerto menata hasil tes urine kepada ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto.

Petugas BNNK Mojokerto menata hasil tes urine kepada ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto melakukan tes urine secara mendadak terhadap seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Mojokerto, Selasa (30/4). Upaya tersebut dilakukan untuk mendeteksi adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan aparatur sipil negara (ASN) ini.

Kegiatan tersebut dilakukan usai digelar rapat staf di Pendapa Graha Praja. ASN dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) langsung diarahkan secara bergiliran menjalani tes urine di ruang lobi pemkot. Target sasaran tes urine tersebut adalah pejabat setingkat eselon II dan III. Termasuk menyasar Wali Kota Ika Puspitasari dan Wawali Achmad Rizal Zakaria.

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi menjelaskan, seluruh sasaran dilakukan uji menggunakan alat urine kit. Penggunaan alat tersebut bisa mendeteksi adanya kandungan zat yang tergolong dalam jenis narkoba. ”Seperti THC (ganja), kemudian amphetamin (ekstasi), metaphetamin (sabu-sabu), benzo, dan morphine,” paparnya.

Total, terdapat 130 sasaran yang menjalani tes urine. Terdiri dari pejabat setingkat kepala dinas, kepala bidang di OPD, serta kepala bagian di setdakot. Suharsi menyatakan, secara umum tidak ada yang menunjukkan hasil positif narkoba. Namun, ia tidak menampik jika beberapa di antaranya yang sempat terindikasi menunjukkan kandungan zat narkoba.

Namun, setelah dilakukan klarifikasi lebih lanjut, rupanya hasil tersebut dipengaruhi karena konsumsi obat-obatan tertentu. ”Ada yang mengarah pada THC, metaphetamin, dan benzo. Tapi, itu karena beliau-beliau ada yang mengkonsumsi obat,” terangnya.

Obat-obatan yang dapat memengaruhi hasil tes urine antara lain adalah obat jantung, diabetes, asma, serta alergi. Bahkan, dapat juga disebabkan karena faktor perokok berat. ”Tadi (kemarin, Red) sudah kita sendirikan, karena ada kalanya terjadi false positif atau positif tapi palsu. Jadi, untuk sementara hasilnya negatif semua,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Ika Puspitasari menambahkan, tes urine tersebut merupakan inisiasi pemkot dalam rangka pembinaan untuk mendeteksi penggunaan narkoba di kalangan ASN. Di samping itu, upaya itu juga merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dan Prekursor Narkotika (P4GN).

”Jadi kami pemerintah daerah yang melakukan, tapi karena leading sektornya BNNK, maka kami bekerja sama,” terangnya. Ning Ita menyebutkan, target sasaran adalah seluruh pejabat eselon II dan eselon III se-pemkot. Namun, dalam pelaksanaan kemarin terdapat dua OPD yang tidak mengikuti tes urine. ”Hanya dua (OPD) karena sedang dinas luar kota,” paparnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa bakal dilakukan secara berkala. Upaya tersebut guna memastikan bahwa pejabat di pemkot benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba. Disinggung terkait jika nantinya ada ASN yang ditemukan positif, Ning Ita mengaku akan bertanggung jawab sebagai kepala pemerintahan.

”Ini adalah keluarga besar Pemerintah Kota Mojokerto, maka saya sebagai ibunya di sini harus punya tanggung jawab untuk melakukan pembinaan,” tandasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia