Kamis, 23 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

31 Ribu Rumah di Kota Mojokerto Belum Tersentuh Jaringan Gas

30 April 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Ning Ita bersama Komisi VII DPR RI meninjau sambungan jargas di rumah warga di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Wali Kota Ning Ita bersama Komisi VII DPR RI meninjau sambungan jargas di rumah warga di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Setelah mendapat kepastian jatah 4 ribu  sambungan jaringan gas (jargas) di Kota Mojokerto di tahun 2019 ini, kini masih tersisa 31 ribu sambungan rumah tangga (SR).

Rencananya, pemkot bakal kembali mengusulkan di tahun mendatang. Senin (29/4) hal itu diungkapkan Wali Kota Ika Puspitasari saat menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.

Kunker juga diikuti Ditjen Minyak Gas dan Bumi Kementerian ESDM, Pertamina, dan PGN, serta instansi terkait lainnya. Ning Ita menyatakan, tahun 2019 ini, pemkot dipastikan mendapatkan kuota 4 ribu SR. Jatah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah usulan yang diajukan ke Kemen ESDM di tahun sebelumnya.

”Di 2018 mengajukan sesuai dengan jumlah warga kami yang membutuhkan, sebanyak 22.306 (calon penerima), dan akan direalisasikan tahun ini sebanyak 4 ribu SR,” terangnya. Padahal, sebelumnya sempat berhembus bahwa yang akan menerima sebanyak 10 ribu  SR.

Itu menyusul telah dilakukannya FEED dan DEDC atau tahapan perencanaan dan pendataan calon penerima oleh Kemen ESDM. Namun, yang terealisasi tahun ini kurang dari separonya saja. Dia menyebutkan, dari jumlah 4 ribu SR tersebut tersebar di 8 kelurahan. Di antaranya, Kelurahan Magersari, Gedongan, Balongsari, Kedundung, Purwotengah, Jagalan, Sentanan, dan Mentikan.

”Sebelumnya kami telanjur menyosialisasikan, bahwa rencana ada 10 ribu (sambungan jargas) di 10 kelurahan. Namun, realisasinya tahun ini hanya ada di 8 kelurahan,” tandasnya. Dengan demikian, jumlah tersebut menambah total sambungan jargas di Kota Onde-Onde yang mencapai 9 ribu SR. Karena pada tahap pertama 2017 lalu, pemkot telah mendapatkan alokasi sebanyak 5 ribu SR dari usulan yang diajukan sebanyak 17.863 SR.

Pemkot telah melakukan pendataan bagi warga tidak mampu yang membutuhkan. Sejauh ini, masih ada sekitar puluhan ribu warga kurang mampu yang belum merasakan pemanfaatan jargas. ”Kalau berdasarkan usulan kami tersisa 31 ribu (SR),” bebernya.

Ning Ita mengaku pemkot akan kembali berupaya mengusulkan ke pusat tahun depan. Langkah itu guna memperluas sambungan jargas yang ada di Kota Mojokerto. Mengingat, ia menilai bahwa penggunaan jargas mampu menghemat pengeluaran rumah tangga mencapai kisaran 30-35 persen per bulan, dibanding menggunakan tabung gas elpiji.

”Karena masih banyak warga kami yang belum bisa mengakses ini (jargas. Red), maka kami berharap di tahun-tahun berikutnya bisa merata ke seluruh warga Kota Mojokerto,” tandasnya.

Orang nomor satu di pemkot ini tidak memasang target waktu jargas akan tersambung secara menyeluruh di Kota Mojokerto. Pasalnya, keputusan terkait jatah pembangunan saluran jargas ada di Kemen ESDM. ”Yang jelas setiap tahun kami akan mengajukan terus sampai habis,” imbuhnya.  

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia