Rabu, 17 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tiga Tanggul Sungai Sadar Jebol, BPBD Sebut Imbas Proyek Normalisasi

30 April 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tanggul Sungai Sadar di Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari, terputus akibat tak mampu menahan luapan debit air Senin (29/4).

Tanggul Sungai Sadar di Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari, terputus akibat tak mampu menahan luapan debit air Senin (29/4). (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Hujan deras Minggu (28/4) malam dalam waktu lama membuat tiga tanggul di Sungai Sadar jebol. Selain menyebabkan hektaran sawah terendam, luapan air turutmerendam permukiman warga.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini menjelaskan, hujan yang mengguyur Mojokerto memang berdampak pada jebolnya tanggul Sungai Sadar. ’’Dari monitoring, ada tiga titik tanggul yang putus,’’ katanya Senin (29/4).

Dari tiga titik itu, terparah berada di Dusun Tambakagung, Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari. Di lokasi tersebut, tanggul jebol mencapai 29 meter. Ratusan hektare sawah juga terdampak. ’’Padahal, tanaman padi memasuki masa panen. Kalau terendam, otomatis ya terancam gagal panen,’’ terangnya.

Tanggul jebol juga terjadi di Dusun/Desa Gembongan, Kecamatan Mojosari. Di desa ini, terdapat dua titik tanggul putus. Meski tidak sepanjang di Desa Kebondalem, namun panjang tanggul jebol diperkirakan mencapai 10 meter. Selain itu, derasnya air sungai mengakibatkan permukiman terendam.

Di antaranya, di Dusun/Desa Gembongan, Dusun Sememi, dan Dusun Bangsri, Desa Modopuro, serta Dusun Balongcangak, Desa Kedunggeempol. Zaini menegaskan, putusnya tiga tanggul di Sungai Sadar ini salah satunya terimbas proyek normalisasi Sungai Sadar yang belum rampung pengerjaannya.

Setelah dilakukan assessment, ternyata tanggul putus berada persis di samping tanggul dalam proses penggarapan proyek oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Sehingga putusnya tanggul bisa saja disebab dampak dari penggalian tanggul proyek yang belum selesai tersebut.

’’Ini hasil analisa kami untuk sementara,’’ ujarnya. Namun, sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pelaksana proyek agar segera melakukan tindakan. Sebab, jika perbaikan hanya sebatas semi permanen, dikhawatirkan tidak mampu membendung luapan sungai.

’’Harusnya ini diperbaiki secara permanen. Di sisi lain, tanggul jebol berupa tanah juga sudah tua, yang berdampingan dengan tanggul sedang diperbaiki BBWS,’’ paparnya. Pengawas proyek BBWS Sungai Sadar, Narto mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berkordinasi dengan pimpinan untuk menanggulangi tanggul jebol di Sungai Sadar.

’’Ini masih kita pikirkan untuk menutup tanggul jebol. Apakah menggunakan sand bag (karung pasir) atau hanya dengan tanah yang berada di sekitar tanggul. Sebab, alat berat tidak bisa masuk,’’ ungkapnya.

Namun, ia membantah jika jebolnya tanggul diakibatkan proyek normaliasi Sungai Sadar. ’’Tidak ada sangkut pautnya dengan proyek. Yang jelas, ini karena curah hujan cukup tinggi,’’ tegasnya. Ia memperkirakan pengerjaan proyek Sungai Sadar akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Dusun Balong, Desa Banyulegi, dan Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Faktornya masih sama, tak lain akibat luapan Sungai Lamong yang menjadi hilir Sungai Bengawan Solo. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia