Selasa, 20 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Ekonomi

Permintaan Sembako Meningkat, Harga di Pasar Tradisional Melonjak

27 April 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pedagang sembako di Pasar Legi Mojosari saat merapikan bawang putih dagangannya.

Pedagang sembako di Pasar Legi Mojosari saat merapikan bawang putih dagangannya. (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kurang dari dua pekan lagi menghadapi ibadah Ramadan, ancaman atas lonjakan harga pangan tak dapat dihindari. Sejumlah bahan pokok pun mulai dibayangi kelangkaan dan kenaikan harga yang disebabkan tingginya permintaan.

Terutama di empat pasar rakyat besar di Kabupaten Mojokerto. Kondisi ini yang mulai diantisipasi Disperindag dalam mengatasi persoalan atas gejala tahunan itu. Termasuk dengan mengawasi pergerakan harga bahan pokok. Mulai dari Pasar Legi Mojosari, Pasar Kedungmaling, Pasar Pohjejer, hingga Pasar Gempolkrep Gedeg.

Tidak sekadar memantau, Disperindag juga meningkatkan upaya pencegahan dengan mengefektifkan Tim Satgas Pangan. Termasuk menggelar operasi pasar (OP) sebagai upaya pengendalian harga, dan pasokan bahan pokok demi mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

Namun, efektivitas pengawasan nampaknya belum bisa bergulir dalam pekan-pekan ini. Pasalnya, harga sejumlah bahan pokok belum menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Mulai dari beras jenis bramu yang bertahan di harga Rp 11 ribu, dan IR 64 di angka Rp 9.500 per kg.

Pun demikian dengan telur ayam yang baru naik Rp 500 dari sebelumnya di nominal Rp 22 ribu per kg. Termasuk daging ayam yang hanya naik 3 persen dari harga umumnya Rp 30 ribu per kg. Sedangkan cabai, justru mengalami penurunan harga lantaran pasokannya yang masih melimpah. Dari sebelumnya Rp 40 ribu, turun menjadi Rp 38 ribu per kg.

Akan tetapi, bertahannya sejumlah bahan pokok itu nyatanya tak tak bisa diikuti bawang putih yang justru terjadi fluktuasi besar-besaran. Bahkan, persentasenya mencapai 15 persen dari sebelumnya. Dengan mencapai angka Rp 50 ribu dari sebelumnya yang berkisar Rp 42 ribu di awal pekan kemarin.

Harga tersebut diperkirakan masih bisa berubah seiring waktu yang terus mendekati puasa yang akan berlangsung awal Mei nanti. Kadisperindag Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengaku sudah menyiapkan dua langkah efektif dalam menstabilkan harga.

Yakni, dengan mengandalkan satgas pangan dalam pengawasannya. Di mana, distribusi bahan pokok bakal diawasi penuh aparat penegak hukum. Baik di tingkat pedagang hingga tengkulak. Pengawasan itu sekaligus untuk meminimalisir kecurangan. Baik berupa kesengajaan menimbun atau memanipulasi bahan pokok.

’’Termasuk meningkatkan koordinasi dengan satgas pangan untuk monitoring. Untuk antisipasi saja, mengaca dari situasi yang sama di tahun sebelum-sebelumnya,’’ tambahnya. Sementara untuk langkah efektif, Disperindag juga sudah menyurati Bulog untuk mengadakan OP.

Sejumlah jadwal OP pun telah dirancang dengan beberapa jenis bahan pokok yang akan disebar ke masyarakat. ’’Sudah kami jadwalkan OP. Tinggal menjalankan saja. Terutama di bahan pangan yang banyak dikonsumsi setiap hari,’’ tandasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia