Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Kelelahan Tugas Pemilu, Polisi Tumbang, Satu Anggota KPPS Meninggal

26 April 2019, 16: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Briptu Anggara menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Briptu Anggara menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. (Polsek Dawarblandong for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Pemilu serentak juga menyisahkan duka bagi keluarga Bida’iyah, warga Desa Bandarsari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 008 desa setempat itu meninggal dunia setelah beberapa hari kekelahan dalam melaksanakan tugas kepemiluan, Selasa (23/4).

Ketua PPK Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Pujiono menjelaskan, Bida’iyah meninggal setelah sebelumnya diketahui kelelahan akibat menjalankan tugas tahapan pemilu serentak Rabu (17/4) lalu. ’’Dugaan awal karena kelelahan,’’ ungkapnya Kamis (25/4).

Ia menjelaskan, selama menjalankan tugas sebagai anggota KPPS, korban diketahui menjalankan tugasnya dengan komitmen dan bekerja keras. Bida’iyah mengikuti semua tahapan pemilu yang cukup panjang dan melelahkan. Mulai dari pemungutan dan suara, rekapitulasi suara, hingga pengiriman logistik kembali ke tingkat PPS dan PPK.

Almarhumah Bida'iyah saat melaksanakan tugas di KPPS 008 Desa Bandarsari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (17/4).

Almarhumah Bida'iyah saat melaksanakan tugas di KPPS 008 Desa Bandarsari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Rabu (17/4). (PPK Ngoro for radarmojokerto.id)

’’Kebetulan, proses itu semua dilalui sampai berakhir Kamis (18/4) dini hari sekitar pukul 03.00,’’ paparnya. Namun, sepulang dari menjalankan tugas, Bida’iyah mengeluhkan pusing-pusing dan demam. Saat beistirahat di rumah, kondisi kesehatannya justru semakin menurun.

’’Kesehatan dia (Bida’iyah) sempat drop,’’ tandasnya. Dari situ, keluarga memutuskan membawa Bida’iyah ke RSUD dr Soekandar Mojosari, Senin (23/4) malam sekitar pukul 21.30. ’’Dia langsung menjalani rawat inap di rumah sakit,’’ tambah Pujiono.

Meski pertolongan medis sudah dilakukan, namun takdir berkata lain. Bida’iyah menghembusakan napas terakhir Selasa (23/4) pagi pukul 09.30 di rumah sakit milik Pemkab Mojokerto tersebut. Oleh keluarga, jenazah Bida’iyah dimakamkan di TPU Desa Bandarsari pukul 09.30. Pujiono mengaku belum mengetahui pasti sakit yang menjadi penyebab meninggalnya korban.

Hingga kemarin PPK masih mengonfirmasi untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga. ’’Yang saya tahu, karena faktor kelelahan,’’ ujarnya. Tak hanya itu, petugas pam Pemilu 2019 di Polsek Dawarblandong, Briptu Anggara juga harus dilarikan ke rumah sakit.

Ia didiagnosa memiliki penyakit lambung dan jantung itu kini masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. ’’Alhamdulillah, sekarang kondisinya mulai membaik,’’ kata Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, seusai menjenguk anggotanya kemarin (25/4).

Sigit menegaskan, kondisi Anggara sudah mulai sadar. Informasi dari rumah sakit, Anggara akan segera dipindahkan ke ruang perawatan. ’’Sudah bisa komunikasi dengan baik,” katanya. Menurut Sigit, gangguan kesehatan dialami Anggara ini sudah terjadi dua hari lalu. Saat itu, ia menjalani cek kesehatan di RS Gatoel, Kota Mojokerto.

Dari hasil diagnosa dokter, ia diduga mengalami sakit lambung. Setelah mendapatkan perawatan dan obat-obatan, Anggara memutuskan kembali pulang dan beristirahat. Sebaliknya, meski sudah mengonsumsi obat, rasa sakit itu masih dirasakan. Ia kembali mendatangi RS Gatoel untuk menjalani pemeriksaan.

Selanjutnya dibawa ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo. ’’Setelah dilakukan pemeriksaan awal, didiagnosa ada keluhan yang mengarah ke jantung,’’ tandas Sigit. Diduga, kesehatan Anggara ngedrop lantaran kelelahan setelah menjalankan tugas melakukan pengaman di lima TPS sekaligus secara melekat.

’’Pada hari H (17/4) pencoblosan, dia sempat mengeluh sakit, namun tetap bertugas. Jadi, kemungkinan faktor kelelahan ada,’’ paparnya. Sigit mengimbau petugas kepolisian yang terlibat pam pemilu secara menyeluruh, memiliki kepekaan pada kesehatan masing-masing.

’’Lebih proaktif berkomuniasi dengan kami. Selebihnya kesadaran, menjaga kondisi, dengan berlolahraga,’’ tuturnya. Sigit juga meminta semua anggotanya tidak berlebihan dalam mengonsumi kopi dan merokok ’’Karena itu (kopi dan rokok) bisa menjadi pemicu,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia