Kamis, 23 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Peringati Hari Bumi, Siswa SD Ajak Lestarikan Lingkungan lewat Mural

26 April 2019, 15: 13: 10 WIB | editor : Mochamad Chariris

Siswa SD Negeri menggoreskan kreativitasnya lewat lomba mural di depan Stadion Gajah Mada Mojosari, Kamis (24/4).

Siswa SD Negeri menggoreskan kreativitasnya lewat lomba mural di depan Stadion Gajah Mada Mojosari, Kamis (24/4). (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto  memperingati Hari Bumi dengan mengajak masyarakat melukis mural berkonsep lingkungan hidup Kamis (24/4).

Lomba melibatkan masyarakat umum dan pelajar itu sekaligus untuk menggali potensi jiwa seni peserta. Mengangkat tema Pelestarian Lingkungan Hidup, torehan seni ini dipusatkan di depan Stadion Gajah Mada Mojosari. Di bantaran tembok sepanjang 200 meter tersebut setidaknya ada 43 grup turut berkompetisi.

Memanfaatkan media tembok berukuran 2 x 3 meter, mereka menorehkan ispirasi dan kreativitasnya. Perhelatan itu juga menarik perhatian warga dan pengendara. Sesekali mereka yang melintas berhenti untuk sekdaar mendokumentasikan.

Apalagi, sejumlah karya yang dihasilkan ini tergolong tak biasa. Mulai mengisahkan curhat alam hingga aksi reboisasi. Terdapat salah satu pelajar yang cukup menyita perhatian. Dia adalah Veshayu Tarangga Sasadhana. Di usianya yang masih bocah, Veshayu ikut menuangkan karya lukis mural di ajang yang pertama kali digelar DLH ini.

’’Baru pertama kali ini saya melukis di media tembok,’’ kata siswa SD kelas VI itu. Didampingi orang tuanya, ia memilih menggambar akar pohon menangis akibat ditebang sembarangan. Ya, setidaknya gambaran itu menunjukkan masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap alam.

Di sisi lain, ada seorang nelayan membersihkan sampah plastik di lautan. Selebihnya sejumlah pelajar SD menuangkan karya mereka melalui konsep cinta lingkungan. Mereka sama-sama ingin mengajak masyarakat melesatarikan alam dan menjaga ekosistem. Melalui penanaman pohon atau reboisasi.

’’Dari tahun ke tahun, sangat banyak sampah plastik. Jadi, dari konsep gambar ini saya menyampaikan, kita harus mengelola sampah plastik. Melestarikan alam dan menjaga ekosistem dari pencemaran lingkungan,’’ papar siswa asal Wisma Pungging Permai itu.

Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin menyatakan, kegiatan mural lingkungan ini sebagai upaya pemerintah mengampanyekan cinta lingkungan hidup. Sekaligus menggali potensi jiwa seni masyarakat. ’’Termasuk para pelajar, kita gali bakat melukis mereka,’’ tandasnya.

Meski baru pertama digelar, namun animo penggiat mural di Mojokerto relatif tinggi. Pesertanya tidak hanya dari kalangan penggiat mural. Sejumlah pelajar dan komunitas pun antusias untuk meramaikan. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia