Jumat, 20 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Partisipasi Turun, meski KPPS Siapkan Door Prize di PSU Pilpres

24 April 2019, 20: 58: 19 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga mengikuti PSU Pilpres di TPS 01 Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/4).

Warga mengikuti PSU Pilpres di TPS 01 Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/4). (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Pemungutan suara ulang (PSU) Pilpres 2019 di TPS 01 Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto menurunkan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilih Selasa (23/4).

Tercatat, hanya 193 pemilih datang dan kembali mencoblos. Angka itu turun 17,52 persen dari sebelumnya 234 warga yang menggunakan hak pilihnya. DPT (daftar pemilih tetap) di TPS (Tempat Pemungutan Suara) ini tercatat 300 pemilih.

Proses PSU dijaga ketat petugas gabungan. Terdiri dari Polri/TNI, dan Linmas. Penjagaan dilakukan dari ujung gang hingga masuk ke TPS. Ketua Panwascam Mojosari Hudi, mengatakan, PSU di Dusun Wotlemah, Desa Awang-Awang ini sesuai rekomendasi Pawascam Mojosari dan Bawaslu Kabupaten Mojokerto.

Itu setelah sebelumnya, panwascam menemukan dua orang dari luar Jawa melakukan pencoblosan dengan memakai e-KTP saja. Padahal, mereka tak terdaftar dalam DPT. ’’Saat itu petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) memang mengira keduanya masuk dalam pemilih khusus, tanpa mengunakan surat A5, akhirnya mereka diperbolekan mencoblos.

Ditambah lagi, antara KPS dan kedua warga yang mencoblos ternyata sudah saling kenal,’’ katanya. Tak hanya itu, warga yang masuk pemilih khusus, harusnya memiliki e-KTP setempat di mana ia tinggal. ’’Baru warga bisa dikatakan masuk dalam pemilih khusus,’’ paparnya.

Tak urung, akibat PSU ini jumlah partisipasi masyarakat menurun. Kondisi itu terlihat dari mereka yang hadir ke TPS sejak pukul 07.00. Selain itu, dibuktikan dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan di TPS. Tercatat hanya ada 193 orang yang menyalurkan hak suaranya.

Angka itu turun 41 suara dari jumlah sebelumnya pilpres (17/4) lalu yang jumlah partisipasinya mencapai 234 dari 300 DPT. Dengan rincian perolehan suara 145 untuk pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan 47 suara untuk nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sedangkan surat suara tidak sah tercatat ada 1 suara.

Hudi menyebutkan, menurunnya angka partisipasi ini tentu banyak dipengaruhi berbagai faktor. ’’Pertama, faktor hari kerja itu yang utama. Padahal, sebelumnya, teman-teman PPS (Panitia Pemungutan Suara) Awang-Awang sudah berusaha mendorong tingkat kehadiran pemilih dengan cara woro-woro dan menyiapkan door prize,’’ paparnya.

Kendati begitu, perlu diapresiasi bagi mereka yang masih menggunakan hak pilihnya di PSU kali ini. Antusiasme mereka tidak susut meski dilakukan di waktu tidak libur. Mereka nampak berdatangan sejak TPS dibuka pukul 07.00 untuk menyalurkan hak pilihanya pada pesta demokrasi lima tahunan ini.

Bahkan, nampak ada pelajar turut menyalurkan suaranya. Dia yang masih berseragam lengkap putih abu-abu, itu baru izin keluar dari sekolah untuk mencoblos. Dalam DPT dia yang menginjak usia 17 tahun itu terdaftar sebagai pemilih pemula. ’’Untuk PSU hari ini (kemarin, Red) hanya dilakukan untuk presiden dan wakil presiden, untuk empat kotak suara lainnya tidak kita sertakan,’’ tuturnya.

Hudi menjelaskan, hasil investigasi panwascam sebelumnya, memang karena murni kesalahan KPPS dan tidak ditemukan kesengajaan. Alhasil, setelah dilakukan koordinasi dengan Bawaslu kabupaten, PSU akhirnya di rekomendasikan. Sementara itu, PSU tidak hanya dilakukan di Kabupaten Mojokerto, melainkan bakal di gelar di TPS 07 Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto.

Bedanya, di wilayah Kota Onde-Onde ini, seorang pemilih dari Kabupaten Mimika, Papua, diberi lima surat suara sekaligus untuk mencoblos. Meliputi, Pilpres, DPD RI, DPR RI dapil VIII, DPRD Jatim dapil X, dan DPRD Kota Mojokerto dapil II. Padahal, sesuai ketentuan, seharusnya pemilih tersebut hanya berhak mencoblos surat suara pilpres.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia