Selasa, 21 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tersisa Tujuh Siswa, SD Negeri di Mojokerto Ini Terancam Dibubarkan

24 April 2019, 16: 27: 55 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tujuh siswa kelas VI SDN Kesiman, Trawas, Mojokerto, mengerjakan soal USBN diawasi dua orang pengawas (24/4).

Tujuh siswa kelas VI SDN Kesiman, Trawas, Mojokerto, mengerjakan soal USBN diawasi dua orang pengawas (24/4). (Rizal Amrulloh/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - SDN Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto terancam ditutup mulai tahun ajaran 2019/2020. Itu menyusul karena lembaga negeri tersebut tidak ada lagi peserta didik.

Plt Kepala SDN Kesiman, Wiyono mengatakan, tahun ini di sekolahnya hanya tersisa tujuh siswa. Seluruhnya berada di kelas VI. Selasa (24/4) hari ini, mereka telah menyelesaikan ujian nasional berstandar nasional (USBN) dengan mapel IPA. ”Pesertanya hanya diikuti tujuh siswa,” terangnya.

Peserta USBN itu merupakan siswa terakhir di tahun ajaran ini. Sebab, selama lima tahun terakhir, di SDN Kesiman tidak satu pun siswa baru mendaftar. Akibatnya, kelas I sampai dengan kelas V tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM).

Lima kelas tersebut kini dibiarkan kosong tanpa ada siswa. Oleh sebab itu, jika tujuh siswa kelas VI tahun ini dinyatakan lulus, maka sudah tidak ada lagi siswa di SDN Kesiman. ”Setelah USBN nanti sekolah akan menentukan kelulusan siswa,” paparnya.

Dia menyatakan belum bisa menentukan kelangsungan KBM di SDN Kesiman tahun depan. Pihaknya bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto terkait pembukaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB). ”Tapi, kemungkinan sudah tidak lagi membuka pendaftaran siswa baru lagi,” tandasnya.

Mengingat, Dispendik setempat mewacanakan bakal mendirikan TK Negeri Pembina baru. Dan lokasinya memanfaatkan ruang kelas di SDN Kesiman. Wiyono menambahkan, minimnya siswa selama beberapa tahun terakhir disebabkan menurunnya minat siswa untuk mendaftar. Calon siswa lebih memilih ke sekolah swasta.

Apalagi, selama ini, tidak jauh dari SDN Kesiman terdapat dua lembaga setingkat SD/MI berdiri di Desa Kesiman, Kecamatan Trawas. Padahal, kondisi gedung di SDN Kesiman terbilang masih layak. Terdapat enam ruang kelas yang tersedia.

Lokasinya pun cukup terjangkau dengan akses jalan yang memadai. ”Tapi, kendalanya banyak wali murid memilih sekolah lain yang dianggap lebih favorit,” tandas Wiyono.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia