Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Features

Isman, Anggota Linmas yang Gugur saat Mengawal Logistik Pemilu

19 April 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Warga menunjukkan fotokopi KTP Isman di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Warga menunjukkan fotokopi KTP Isman di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

Suasana duka mewarnai proses pesta demokrasi Rabu (17/4) di TPS 3, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Seorang linmas bernama Isman, 55, gugur dalam menjalankan tugas pengabdian negara menjaga TPS. Ia meninggal di atas pikap saat mengantar kotak suara ke Kelurahan Surodinawan.

ISAK tangis keluarga dan kerabat terdengar dari dalam rumah Isman, warga Pekuncen Gang 3, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Keluarga histeris begitu mengetahui Isman pulang dengan kondisi wafat.

Mereka seakan tidak percaya. Isman meninggal secara mendadak saat proses mengawal Pemilu 2019 di Kelurahan Surodinawan. ’’Pak Isman meninggal sekitar pukul 21.00, Rabu (17/4),’’ kata Muhammad Junaedi, sopir pikap sekaligus saksi mata.

Di rumah duka yang hanya berukuran 3 x 6 meter itu, keluarga, kerabat, dan tetangga almarhum terlihat berdatangan. Termasuk Wali Kota Ika Puspitasari dan Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono. Keduanya bertakziah sekaligus menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya Isman.

Isman dimakankan di tempat pemakaman umum Lingkungan Pekuncen sekitar pukul 09.00, Kamis (18/4). Isman meninggal saat menjalankan tugas negara dalam mengawal logistik Pilpres dan Pileg 2019. Kebetulan, saat itu, dia turut mengantar kotak suara ke Kelurahan Surodinawan, seusai penghitungan perolehan suara di TPS selesai.

Meski saat berjaga, Isman nampak sehat, namun takdir berkata lain. Di tengah perjalanan, dia sempat mengalami muntah-muntah. ’’Saya tahunya ya saat tiba di kelurahan. Saya melihat Pak Isman sudah tergeletak di atas bak pikap. Saya bangunkan, tidak bangun-bangun,’’ paparnya.

Melihat kondisi Isman tak sadarkan diri, ia bersama petugas penyelenggara lainnya bergegas membawa ICU RSU dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Lokasinya berada persis di depan Kelurahan Surodinawan. Namun, saat mendapat pemeriksana tim medis, Isman diketahui sudah dalam kondisi meninggal dunia.

’’Sudah tiga bulan ini dia (Isman) memang sakit jantung. Beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit,’’ tambah Sujaiyah, 45, adik ipar Isman.Bahkan, badannya bengkak dan mengalami sesak napas.

Sayangnya, saat dirawat di rumah sakit, Isman enggan menjalani rawat inap. Isman hanya ingin dirawat di rumah. Tak urung, dengan kondisi kesehatan Isman, keluarga sempat melarangnya bertugas menjaga TPS 3 di Kelurahan Surodinawan.

Namun, semangat Isman dalam mengambil peran sebagai linmas demi mengawal Pemilu 2019 sukses dan aman, tak membuatnya ciut nyali. Dia tetap tegar ingin terlibat dalam menjaga TPS. Dia pun berangkat dari rumah sejak Selasa (16/4) selepas salat Maghrib.

Padahal, sebelumnya, keluarga, dan tetangga sempat mengingatkan Isman agar beristirahat demi menjaga kondisi kesehatan. Namun, Isman tetap yakin kondisi kesehatannya baik-baik saja. Saat penghitungan suara berlangsung, Rabu (17/4) selepas salat Maghrib, Isman sempat pulang mengambil obat herbal.

’’Dia juga sempat berkata ke keluarga, bila nanti pulang malam hari,’’ ujarnya. Meski sempat diminta santai saja saat berkeja. Nyatanya, Isman tetap menjalankan tugasnya dengan maksimal dan penuh tanggung jawab.

Di mata warga, selama hidupnya ia juga dikenal sebagai orang yang ramah dan mudah bergaul. ’’Pokoknya, selalu bekerja totalitas,’’ paparnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia