Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Toko Perlengkapan Bayi Tertipu Penukaran Lima Kantong Uang Receh

18 April 2019, 23: 02: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ratusan uang recehan modal penipuan komplotan pelaku di toko perlengkapan bayi Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto.

Ratusan uang recehan modal penipuan komplotan pelaku di toko perlengkapan bayi Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Dengan dalih menukarkan uang recehan, komplotan pelaku berjumlah tiga orang justru menggondol jutaan rupiah. Perbuatan ketiganya ini terjadi di toko perlengkapan bayi milik Sri Setyowati, Jalan Majapahit Nomor 205, Kota Mojokerto Rabu (17/04).

Kejahatan mereka terekam CCTV (closed circuit television). Rodiatul Masruroh, salah satu karyawan toko menjelaskan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.45. Mulanya, kondisi toko sedang ramai didatangi tiga pelaku.

Dengan membawa uang recehan, mereka lalu menawarkan untuk ditukarkan. Karena kondisi toko sedang membutuhkan uang recehan, tawaran itu disambut manis. ’’Niat kita juga mau bantu. Itung-itung kami juga butuh buat uang kembalian,’’ katanya.

Sebelum terjadi transaksi, pemilik toko meminta untuk menghitung jumlah uang. Namun, keanehan mulai terjadi. Saat pihak karyawan ingin membantu melakukan penghitungan justru tidak diperbolehkan pelaku. Selain itu, sejumlah karyawan seakan menuruti kemauan mereka.

Mereka yang disekitar pelaku seakan berada dalam pengaruh gendam. ’’Saya seperti digendam. Mereka juga tak ada henti-hentinya bicara. Seperti mencoba mengalihkan perhatian,’’ imbuhnya.

Benar saja, setelah proses transaksi berlangsung, pemilik toko pun menjadi korban penipuan. Setidaknya, toko mengalami kerugian Rp 1,8 juta. Itu setelah uang recehan pecahan Rp 100, Rp 200, dan Rp 500 ditukar dengan uang Rp 2,3 juta.

Peristiwa itu baru disadari 30 menit kemudian setelah para pelaku meninggalkan toko. ’’Jadi, niat baik membantu malah kita kena tipu, dan rugi Rp 1,8 juta,’’ sesalnya. Sadar menjadi korban penipuan, pihak toko lantas melapor ke Mapolresta Mojokerto. Meski tergolong mulus, aksi tiga pria itu terekam kamera pengintai.

Namun, tidak satupun karyawan toko mengenali wajah para pelaku. Menyusul, komplotan ini baru kali pertama datang ke toko tersebut. ’’Mereka mengaku habis ngamen. Tapi, wajah mereka begitu jelas, terekam CCTV,’’ tuturnya.Dari rekaman CCTV, ketiganya terlihat cukup tenang. Mereka diduga pelaku profesional yang juga melakukan aksi serupa di sejumlah lokasi.

’’Polisi sudah ke sini melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Mereka juga membawa rekaman CCTV sebagai barang bukti,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia