Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment
Mukhammad Akbar, Atlet Paramotor Berprestasi

Sudah Meraih Tujuh Medali, Kini Buka Jasa Parkir di Rumah Sendiri

13 April 2019, 18: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Mukhammad Akbar menerima medali emas di ajang Kasau Cup 2019 kelas Precision Foot Launched, Solo, Maret lalu.

Mukhammad Akbar menerima medali emas di ajang Kasau Cup 2019 kelas Precision Foot Launched, Solo, Maret lalu. (Akbar for radarmojokerto.id)

Kreativitas dan ketangkasan Mukhammad Akbar, 34, dalam mengoperasikan paramotor membuatnya mampu mengoleksi medali emas. Warga asal Dusun Tuwiri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini bahkan pernah mengharumkan nama Indonesia di ajang Asian Games.

AKSI paramotor yang dilakukan Ilung sapaan akrab Mukhammad Akbar mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Mojokerto. Namun, belum banyak yang tahu jika belakangan ini ia juga mampu mengoleksi medali emas atas prestasinya.

Medali-medali emas itu diraih dari berbagai event kejuaraan Nasional hingga Internasional. Ilung menceritakan, keahlian terbang menggunakan mesin tak lain dari hasil kerja kerasnya selama ini. Olahraga ini mulai ditekuninya sejak 2006. Kebetulan, saat itu ia yang diarahkan ayahnya untuk ikut olahraga paralayang, dan terus berlatih di Kota Batu.

Proses latihan ia jalani selama 1 tahun. Berkat kesabaran dan kegigihannya, usaha kerasnya membuahkan hasil. Terbukti, dari beberapa event aerosport paramotor yang diikuti, ia berhasil menyabet juara. Tidak hanya di kancah Nasional, melainkan juga mancanegara. Seperti Thailand dan China.

Berbagai medali juara berhasil ia raih dari event perlombaan yang pernag diikuti. ’’Alhamdulilah beberapa piala bisa saya dapatkan. Total, sudah ada tujuh medali emas,’’ tutur ayah empat anak ini. Terakhir, ia mampu berkalung medali emas setelah memenangi kejuaraan bertajuk Kasau Cup 2019 di kelas Precision Foot Launched Solo.

Event yang berlangsung Maret lalu itu digelar di Lanud Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Dengan keahliannya, ia pun menyabet juara pertama di kejuaraan Nasional. ’’Saat itu, saya berhasil menyisihkan 52 atlet dari berbagai provinsi,’’ ujar Ilung. Sekarang di rumahnya, ia membuka jasa penitipan parkir bagi anak sekolah.

Tak hanya itu, torehan prestasi juga diraih Ilung pada 2012 lalu saat mengikuti Asian Beach Games. Di ajang bergengsi tingkat Internasional itu, ia mampu mengharumkan nama Indonesia. Yakni, dengan meraih juara tiga di kelas power paragliding. Bahkan, kejuaraan itu menjadi yang terkesan baginya.

’’Karena itu, acara lomba Internasional pertama yang saya ikuti. Tidak disangka saya bisa juara tiga, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional,’’ tandasnya bangga. Berkat prestasinya, Ilung mendapat hadiah satu mesin paramotor dari Pengurus Pusat Paramotor Indonesia tahun 2012 lalu.

Dalam pencapaiannya ini, tentunya juga tak lepas dari dukungan orang tua. Bagaiaman tidak, untuk mengasah kemampuan dan hobinya, ayahnya sempat membelikan mesin paramotor seharga sekitar Rp 58 juta. Sayangnya, meski sudah berulang kali dinobatkan sebagai juara Nasional hingga Internasional, sejauh ini nasibnya belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Kesehariannya lebih disibukkan menjadi tukang parkir di rumahnya juga sebagai relawan. Namun, meski dengan biaya mandiri, hobi sejak kecil ini dijalani dengan enjoy. Bahkan, saat beraksi dengan paramotornya rasa takut itu berganti dengan senang. ’’Tapi, tentu tetap safety dan hati-hati. Doa juga tidak pernah ketinggalan,’’ tuturnya.

Bulan September 2019 mendatang Ilung akan mengikut event kejuaraan dunia paramotor di Padang, Sumatera Utara. ”Saya mohon doa restu dan dukungannya agar bisa kembali mengharumkan nama bangsa,” paparnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia