Minggu, 26 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Packing Belum Tuntas, Distribusi Logistik Pemilu di Mojokerto Dicicil

13 April 2019, 17: 02: 02 WIB | editor : Mochamad Chariris

KPU sudah mulai mendistribusikan logistik pemilu berupa 16.105 buah kotak suara.

KPU sudah mulai mendistribusikan logistik pemilu berupa 16.105 buah kotak suara. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto mulai mendistribusikan logistik pemilu, sejak Jumat (12/4). Pengiriman ini tak bisa dilakukan serentak lantaran proses packing masih belum tuntas.

Mengawali pendistribusian logistik yang akan dipakai 17 April nanti, Wabup Pungkasiadi yang memberangkatkan puluhan truk pengangkut logistik ke sejumlah kecamatan. ’’Kita fokuskan ke sembilan kecamatan dulu. Ada dua dapil yang kita sasar hari ini,’’ ujar Ayuhanafiq, ketua KPU Kabupaten Mojokerto, kemarin.

Pendistribusian tersebut belum semua logistik yang dibutuhkan. Di hari pertama, hanya untuk Pilpres, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Mojokerto. Sementara, logistik untuk pemilu DPD dan DPR RI, diperkirakan akan menyusul.

Kabupaten Mojokerto terdiri dari 5 Dapil. Yakni, Dapil 1 meliputi Ngoro, Pungging dan Mojosari. Dapil 2 berada di kawasan Trawas, Pacet, Gondang dan Jatirejo. Sedangkan, Dapil 3 berada di Trowulan, Puri dan Sooko. Dapil 4 yakni Jetis, Dawarblandong, Kemlagi dan Gedeg. Dapil 5 yakni Mojoanyar, Bangsal, Kutorejo dan Dlanggu.

Pendistribusian logistik ini diperkirakan bakal rampung selama empat hari ke depan atau H-1 coblosan. Lambatnya proses pengiriman ini karena proses packing belum tuntas.

Yuhan menegaskan, kekurangan logistik untuk lima jenis pemilihan itu, terjadi kekurangan hingga mencapai 13.876 lembar. Kekurangan surat suara itu disebabkan banyak faktor. Mulai terjadinya sobek, kusut, hingga gradasi warna dalam surat suara.

Bahkan, tak sedikit kekurangan karena pengiriman yang tak sesuai dengan kebutuhan. ’’Tadi malam, kekurangan itu baru datang dan langsung kita lakukan pemilahan,’’ tandasnya.

Banyaknya kekurangan itu, secara otomatis membuat para pekerja pelipatan akan bekerja keras selama 4 hari ke depan. ’’Kita optimistis selesai. Karena itu, kita fokuskan dulu wilayah yang jauh,’’ pungkas Yuhan.

Sementara itu, Wakil Bupati Pungkasiadi, mengatakan, KPU Kabupaten Mojokerto sudah melakukan tahapan yang sangat berat. ’’Artinya ini adalah titik akhir yang lebih diwaspadai. Kita kawal bersama, ini tangung jawab kita bersama. Bukan hanya pemerintah,’’ ungkapnya.

Wabup menegaskan, menjaga logistik tidak hanya dari personel kepolisian maupun TNI. Namun, setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga keamanan. Dengan tujuan, agar proses Pemilu serentak, 17 April mendatang bisa sukses. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia