Rabu, 22 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Ungkapan Cinta Ditolak, Anggota BPBD Tenggak Cairan Pembersih Lantai

12 April 2019, 18: 35: 31 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dua anggota Polresta Mojokerto mengecek kondisi Zaenul di  UGD RS Gatoel, Kota Mojokerto.

Dua anggota Polresta Mojokerto mengecek kondisi Zaenul di UGD RS Gatoel, Kota Mojokerto. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Pertengkaran dengan seorang perempuan yang dikenalnya lewat media sosial (medsos), membuat Zaenul, 25, asal Ladung Sari GG 20-A Nomor 1 RT 02/RW 07, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, nekat menenggak cairan pembersih lantai.

Percobaan bunuh diri ini di Jalan Raden Wijaya, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jumat (12/4). Meski sempat tak sadarkan diri, nyawa anggota BPBD Kota Pekalongan ini masih bisa diselamatkan. Setelah ia ditolong dan dibawa warga ke RS Gatoel, Kota Mojokerto.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00. Pengguna jalan yang melintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) terkejut setelah melihat seorang pemuda terkapar di atas jembatan Jalan Raden Wijaya. ’’Setelah kami cek ternyata, ia melakukan percobaan bunuh diri,’’ kata Imam Subekti, salah satu warga.

Menurut Imam, perrcobaan bunuh diri itu setelah sebelumnya korban terlibat pertengkaran dengan perempuan yang dikenalnya melalui medsos. Sayangnya, tidak ada yang tahu siapa sebenarnya perempuan yang diketahui membawa sepeda motor tersebut.

Yang jelas, lanjut Imam, setelah terlibat pertengkaran, korban ditinggal pergi begitu saja. Zaenul sempat berusaha mengambil kontak motor sang perempuan, tapi upaya itu gagal. Perempuan tersebut tetap tancap gas. Sehingga tubuh korban sempat terseret beberapa meter dan tersungkur ke jalan.

’’Karena terseret dan terjatuh membuat korban sampai tidak sadarkan diri,’’ tuturnya. Bahkan, korban sempat mengalami muntah-muntah dan mengeluarkan cairan hitam. Cairan hitam itu diduga adalah cairan pembersih lantai yang sebelumnya ditenggak korban karena cintanya tidak ditanggapi sang perempuan.

’’Jadi, pas minum cairan itu juga disaksikan si cewek,’’ tuturnya. Kondisi korban sempat kritis. Dibantu warga dan pengguna jalan, Imam lantas membawa Zaenul ke ruang UGD RS Gatoel, Kota Mojokerto, yang hanya berjarak 20 meter dari TKP.

’’Jadi intinya, dia jauh-jauh dari Pekalongan hanya pingin ketemu. Ternyata cewek itu datang, namun tak mau menanggapi. Dia langsung mengancam bunuh diri dengan meminum cairan Wipol,’’ paparnya.

’’Sekarang kondisi pasien sudah mulai membaik, dan sadarkan diri,’’ kata dokter jaga RS Gatoel, Kota Mojokerto, dr Andika ditemui radarmojokerto.id

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia