Selasa, 21 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Politik

Bawaslu Deteksi Tiga Masjid Bakal Dijadikan Gerakan Rabu Putih

11 April 2019, 19: 02: 35 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bawaslu Deteksi Tiga Masjid Bakal Dijadikan Gerakan Rabu Putih

MOJOKERTO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto mendeteksi tiga masjid di wilayahnya bakal melakukan Gerakan Rabu Putih. Gerakan ini akan berlangsung jelang pemungutan suara, 17 April nanti.

Ketiga masjid itu di antaranya di Jalan Brawijaya, Empunala, dan satu lagi di kawasan Magersari. Di tiga masjid itu akan berkumpul jamaah yang menggunakan pakaian serbaputih dan melakukan salat Tahajud lalu dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto Ulil Absor, mengatakan, Gerakan Rabu Putih dianggap memiliki korelasi dalam aksi dukung mendukung salah satu paslon. ’’Apalagi, sampai ada seruan untuk memberikan dukungan ke salah satu paslon. Itu jelas dilarang. Karena, masjid tidak diperbolehkan untuk melakukan kampanye,’’ ujarnya.

Pelarangan penggunaan masjid sebagai tempat kampanye, dinilai Ulil sudah melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal 280 ditegaskan, kampanye tidak diperbolehkan memanfaatkan gedung pemerintahan, rumah sakit, tempat pendidikan, dan tempat ibadah.

Jika melanggar, maka bawaslu akan menyeretnya ke pidana. ’’Perlu diingat semua kalangan. Jika, kesucian masjid harus dijaga. Dan, kalau sampai kampanye, ada pidananya,’’ tambahnya.

Pidana akan menjerat pelaku dengan kurungan penjara selama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta. ’’Saya berharap, jangan sampai ada unsur kampanye. Silakan beribadah tanpa ada embel-embel politis,’’ tegas Ulil.

Selain berpotensi muncul kampanye, Gerakan Rabu Putih juga dianggap melanggar larangan kampanye di luar jadwal. Karena, masa tenang akan berlangsung selama tiga hari terhitung sejak 14 April nanti.

’’Kampanye itu jadwalnya. Kalau melakukan kampanye saat hari tenang bahkan sampai hari H, tentu tidak diperbolehkan,’’ jelasnya. Untuk mengantisipasi terjadinya kampanye di area masjid, Ulil menyebut, bawaslu akan menerjunkan pengawas.

Mereka akan memantau dan merekam seluruh kegiatan sepanjang massa berkumpul. ’’Kita lakukan pengawasan tertutup. Kalau memang kami temukan unsur kampanye, tentunya akan kami proses,’’ papar dia.

Saat ini, bawaslu masih melakukan komunikasi dengan takmir ketiga masjid tersebut. Dengan harapan, rencana itu berlangsung tanpa memunculkan masalah. ’’Kalau memang ada kampanye di masjid, silakan lapor ke kami. Bawaslu akan memrosesnya,’’ pungkas Ulil. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia