Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Fajar Alami Kelumpuhan Otak, Diduga Infeksi sejak dari Kandungan

11 April 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim Dinkes Kabupaten Mojokerto saat melihat kondisi Fajar di rumah neneknya di Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kec. Kemlagi, Kab. Mojokerto.

Tim Dinkes Kabupaten Mojokerto saat melihat kondisi Fajar di rumah neneknya di Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kec. Kemlagi, Kab. Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Nasib Ahmad Fajar, balita berusia 4 tahun dengan berat 5,5 kilogram (kg) mulai mendapat simpati dari banyak pihak. 

Rabu (10/4) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto bersama jajaran muspika setempat mengevakuasi Fajar ke RSUD RA Basoeni Gedeg untuk mendapat perawatan. Dalam diagnosa sementara, diduga balita asal Dusun Jatikumpul, Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi ini mengalami kelainan sejak dalam kandungan ibunya, Yunita.

Fajar juga divonis mengalami kelumpuhan otak. ’’Fajar sekarang sudah sudah kita tangani,’’ kata Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Didik Khusnul Yakin. Menurut Didik, setelah tim dari Dinkes mengecek kondisi Fajar di rumah kakek dan neneknya lantas diputuskan untuk membawa ke rumah sakit.

Tim dipimpin Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Susi Dwiharini dan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Langit Kresna Janitra ini meminta rumah pelat merah tersebut merawat Fajar secara intensif. Mereka juga membujuk nenek Fajar, Asmiatun, 49, agar mengizinkan cucunya dibawa ke rumah sakit.

Dari pemeriksaan sementara dokter spesialis, diduga Fajar mengalami gizi buruk. ’’Menurut dokter spesialis anak (dr Medy Sp.A) penyakit bayi merupakan kasus rujukan dari dr Soetomo. Pada Fajar terjadi kerusakan otak, kekurangan energi protein dan gizi buruk,’’ paparnya.

Kata Didik, kelumpuhan otak atau cerebral palsy yang terdapat dalam diriFajar merupakan bawaan akibat infeksi dalam kandungan. Penyakit cerebral palsy itu ditegaskan sudah dibawa sejak lahir. ’’Diagnosa itu dilakukan dokter spesialis anak RSUD RA Basuni dengan melihat kondisi pasien saat ini,’’ tambah Didik.

Untuk itu, perawatan terhadap Fajar harus dilakukan secara intensif. Meski untuk sementara ini masuk kategori pasien umum dengan jaminan biaya dari Camat Kemlagi. Selanjutnya Dinkes akan mengusahakan mengcover melalui jaminan kesehatan.

’’Melihat berat badan berdasarkan usia, anak ini memang kategori gizi buruk. Harusnya di usia segini, sudah di atas 10 kg,’’ tambah Kabid Kesmas Susi Dwiharini. Dia mengklaim, sebenarnya kondisi Fajar sudah dipantau Dinkes sejak tahun 2017. Pemantauan dilakukan oleh bidan desa. Dengan memberi susu dan biskuit.

Sebelumnya, Dinkes juga membantah jika menutup mata atas kondisi kesehatan Fajar.  Sebab, lanjut Susi, selama ini, baik desa maupun bidan desa sudah melakukan pemantauan terhadap perkembangan Fajar.

Namun, upaya itu memang tidak mudah. Sebelumnya sempat dilakukan, tapi gagal karena keluarga tidak komunikatif. Neneknya enggan membawa Fajar ke pelayanan kesehatan selain ke dr Soetomo. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia