Senin, 20 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ratusan Sekolah di Mojokerto Rusak, Rehab Dianggarkan Rp 3,2 Miliar

10 April 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ruang kelas MTs Bahrul Ulum, Desa Kupang, Kecamatan Jetis yang ambruk dan menimpa siswa Februari lalu.

Ruang kelas MTs Bahrul Ulum, Desa Kupang, Kecamatan Jetis yang ambruk dan menimpa siswa Februari lalu. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Ratusan lembaga pendidikan di Kabupaten Mojokerto yang mengalami kerusakan mulai mendapat angin segar. Itu setelah Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto akan mengucurkan anggaran rehabilitasi perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 3,2 miliar.

”Ada 127 lembaga yang rusak sedang dan berat. Itu rehapnya harus rampung tahun 2019 ini semua,” kata Kabid Sarpras Dispendik Kabupaten Mojokerto, Catur Iriawan, Selasa (9/4). Ke-127 lembaga tersebut meliputi SMP, SD, TK dan SKB (sanggar kegiatan belajar).

Di mana, nantinya agenda rehabilitasi tersebut menyentuh pada kamar mandi, ruang kegiatan belajar (RKB), dan gedung perpustakan. Khusus gedung RKB, semua sekolah tidak akan lagi menggunakan atap kayu, namun diganti menggunakan rangka baja ringan dan genting metal.

”Pada saat rehab, semua atap kayu akan dibongkar, dan diganti dengan baja ringan,” jelasnya. Namun, Catur belum dapat memastikan kapan pelaksanaan rehabilitasi bagi ratusan sekolah rusak tersebut. Ia sebatas menargetkan agenda perbaikan bagi semua sekolah harus rampung tahun  ini.

Selain itu, untuk lembaga yang bangunannya mengalami kerusakan ringan, memang tidak dianggarkan dalam DAK. Pasalnya, kata Catur, untuk rusak ringan, sekolah bisa mengambil langsung melalui Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) pusat. Disinggung masalah sekolah yang rusak akibat bencana alam, Catur mengatakan, hal itu tergantung pada kerusakan sekolah tersebut.

Ia mencontohkan, jika rusaknya dalam katagori ringan, sekolah boleh mengambil melalui dana BOS. Namun, jika rusaknya masuk katagori sedang dan berat, Dispendik akan mengajukan anggaran rehab di tahun berikutnya. ”Misalkan rusaknya tahun 2019, ya dimasukkan anggaran tahun 2020,” ujarnya.

Dia berharap, melalui program rehabilitasi ini, ke depan, sarpras nantinya akan  memberikan dukungan kualitas dalam lembaga pendidikan di Kabupaten Mojokerto. ”Jika ada pihak sekolah yang ingin menambahkan untuk anggaran rehab sekolah, ya itu tambah bagus. Dan tidak usah memberi laporan ke pihak kami,” tandasnya. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia