Minggu, 19 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pekerja Maintenance Jembatan Kecemplung Sungai Brantas, Tergulung Arus

10 April 2019, 20: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

: Petugas sedang melakukan olah TKP di Jembatan Ngrame, Kec. Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/4).

: Petugas sedang melakukan olah TKP di Jembatan Ngrame, Kec. Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/4). (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Kecelakaan kerja terjadi di jembatan kembar Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Selasa sore (9/4). Seorang pekerja, A. Islafudin, 21, jatuh dan hanyut di Sungai Brantas.

Hingga Rabu (10/4), meski pencarian dari berbagai unsur dilakukan, keberadaan Warga Dusun Krajan, Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban itu, belum ditemukan.

Peristiwa kecelakaan kerja ini terjadi sekitar pukul 15.45. Mulanya, korban bersama tujuh rekan kerjanya dari CV Nafes Foltaire sedang melakukan pemeliharaan jembatan. Salah satunya dengan pengencangan baut.

Namun, di tengah proses berlangsung, tiba-tiba korban hilang keseimbangan hingga terjatuh ke jaring yang dipasang sebagai alat keselamatan. Namun, karena tidak kuat menahan beban korban, jaring akhirnya ikut terputus. ’’Korban langsung jatuh ke Sungai Brantas,’’ kata Kapolsek Pungging, AKP Suwiji, Selasa (9/4) malam.

Peristiwa itu membuat rekan kerjanya ikut panik. Bahkan, Hariyanto yang melihat Islafudin tergulung arus sungai sempat berupaya menolong. Dia mencebur ke sungai berusaha menyelamatkan temannya. Nahas, upaya itu gagal.

Derasnya arus sungai membuat Hariyanto tidak mampu menggapai korban. Dianggap terlalu berisiko, Hariyanto memilih menepi. ’’Ditambah debit air juga kondisi meningkat karena guyuran hujan,’’ tandasnya.

Disinggung adanya kelalaian dalam bekerja, kapolsek belum bisa menyimpulkan. Hingga Selasa malam, petugas masih melakukan pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian. Termasuk melakukan pemeriksaan saksi. Yakni, tujuh rekan korban.

Dengan melibatkan unsur relawan dan SAR, petugas juga melakukan pencarian di lokasi. ’’Untuk pertimbangan keselamatan petugas, pencarian dilakukan besok (hari ini). Di sisi lain, kondisi cuaca juga tidak bagus (sedang hujan),’’ ujar Suwiji.

Pihaknya mengaku, untuk pencarian malam hari, sementara dimaksimalkan jaring komunikasi dengan menyebar informasi ke warga di sepanjang aluran sungai sampai muara. ’’Malam ini (Selasa, Red) sebagian unsur SAR juga stand by di lokasi,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia