Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Polisi Selidiki Dugaan Permainan Izin Layanan Jaringan Internet Biznet

10 April 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wali Kota Ika Puspitasari saat sidak ke kantor DPMPTSP Kota Mojokerto di GMSC Kamis (4/4).

Wali Kota Ika Puspitasari saat sidak ke kantor DPMPTSP Kota Mojokerto di GMSC Kamis (4/4). (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Satreskrim Polres Mojokerto Kota (Polresta) diam-diam menelusuri dugaan permainan izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mojokerto.

Saat ini, sejumlah orang pun sudah dipanggil dan dimintai keterangan penyidik. Sumber Jawa Pos Radar Mojokerto di internal kepolisian mengatakan, keseriusan korps Tribrata ini mendalami dugaan permainan izin itu setelah menerima LI (laporan informasi) sejak 19 Februari.

Informasi itu menegaskan, jika penanaman fiber optic layanan jaringan internet Biznet tahun 2017, dilakukan secara ilegal. LI itu akhirnya berkembang. Tepat 17 Maret lalu, satreskrim akhirnya menelurkan surat perintah penyelidikan bernomor : SPRIN-LIDIK/45.a/III/RES.3.5/2019/ SATRESKRIM.

Kejanggalan perizinan layanan provider ini memang sangat mencolok. Karena, meski sudah beroperasi selama tiga tahun, namun perizinan pemasangan kabel tersebut tak mengantongi izin operasional dari pemerintah.

Padahal, untuk memanfaatkan Daerah Milik Jalan (Damija), Biznet harus mengantongi sederet izin dari sejumlah instansi di Pemkot Mojokerto. Mulai izin lokasi, pemanfaatan ruang Damija, hingga Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

Sementara itu, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, saat dikonfirmasi membenarkan munculnya Sprinlid tersebut. Meski begitu, sejumlah orang sudah dimintai keterangan. ’’Itu masih bersifat undangan. Karena, masih proses lidik,’’ paparnya.

Meski memastikan jika satreskrim telah menelurkan sprinlid, namun sayangnya kapolresta belum mengetahui sejauh mana proses penyelidikan berlangsung. Pun demikian dengan siapa saja yang sudah hadir selama proses pemeriksaan.

Indikasi permainan izin di Pemkot Mojokerto, sebenarnya sudah tercium Wali Kota Ika Puspitasari. Orang nomor satu di Pemkot Mojokerto ini pun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor DPMPTSP di Gedung Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto, Kamis (4/4).

Dalam sidak itu, wali kota sempat meluapkan kegeramannya pada sistem pelayanan perizinan yang lemah. Kemarahan Ning Ita dinilai banyak orang cukup wajar. Dalam sidak di ruang perizinan reklame, ia menemukan ada kejanggalan terkait banyaknya reklame yang ilegal.

Sidak ini sempat diwarnai keributan ketika wali kota mendatangi ruang perizinan reklame. Keributan terjadi Kepala DPMPTSP Djoko Suharyanto menimpuk kamera sejumlah awak media yang tengah melakukan peliputan. 

Tindakan kasar itu diduga karena ia cemas wartawan akan gencar memberitakan soal reklame ilegal yang belakangan menjadi isu santer di Kota Mojokerto. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia