Senin, 27 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Teror Curanmor Marak, Warga Kota Mojokerto Diminta Waspada

09 April 2019, 23: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas identifikasi Polresta Mojokerto melakukan olah TKP di toko roti, beberapa hari lalu.

Petugas identifikasi Polresta Mojokerto melakukan olah TKP di toko roti, beberapa hari lalu. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Warga Kota Mojokerto harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap aksi kejahatan yang terus meningkat. Dalam sehari, terjadi dua aksi pencurian kendaraan bermotor.

Kali pertama pencurian ini terjadi di area Pasar Tanjung di Jalan Residen Pamuji, Kota Mojokerto, Kamis (4/4) lalu. Motor Honda Scoopy nopol S 6260 SJ milik NK, 32, warga kota Mojokerto amblas digondol maling.

’’Motornya hilang saat diparkir depan toko saat ditinggal belanja,’’ ungkap Kasubaghumas Polresta Mojokerto Iptu Katmanto. Aksinya pun tergolong profesional. Bagaiaman tidak, baru ditinggal ke toko, tak lebih 10 menit, sepeda motor warna cokelat itu sudah berhasil dicuri.

Dari hasil lidik, lubang kunci motor tidak ditutup. Selain itu, motor juga tidak diparkir pada area yang ada petugas parkirnya. ’’Jadi, parkirnya di tempat yang jauh dari pantauan jukir,’’ tegasnya.

Di hari yang sama, curanmor juga terjadi di halaman parkir depan toko roti Jalan Karyawan, Kota Mojokerto. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.30. ’’Tapi kejadian ini baru dilaporkan ke polres pada esok harinya, Jumat (5/4),’’ tuturnya.

Kali ini, sepeda motor Honda Beat Nopol  S 4062 PA warna hitam milik karyawan. Kondisinya juga hilang saat diparkir. Pencurian ini kali pertama diketahui korban sekitar pukul 07.30. Saat itu,  korban yang keluar toko melihat sepeda motornya sudah tidak ada di tempat.

Sempat dilakukan pencarian di lokasi, namun hasilnya nihil. Motor tahun 2018 itu bener-bener hilang diambil orang. Akibatnya, korban mengalami kerugian Rp 15 juta. Mengetahui motornya hilang, korban lantas melaporkan ke Mapokresta Mojokerto esok harinya untuk proses penyelidikan.

Hasil olah TKP, pelaku lebih dari satu orang. Modusnya tak berbeda dengan pelaku lainnya. Menggunakan kunci T pelaku diduga merusak lobang kunci untuk menyalakan mesin. ’’Hasil lidik, korban juga lupa menutup penutup kunci,’’ ujarnya.

Menindaklanjuti laporan itu, hingga kini petugas masih melakukan penyelidikan. Dengan melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi. Termasuk keterangan korban.

Namun, Katmanto mengatakan, dengan tingginya aksi kriminalitas kali ini, masyarakat Kota Mojokerto harus meningkatkan kewaspadaan. Selain, pelaku kejahatan mulai kambuh, aksi kejahatan juga bisa datang dan terjadi kapan saja.

’’Yang perlu diingat, kejahatan juga tidak berkasi di lokasi sepi. Melainkan juga aksi keramaian,’’ paparnya. Sebagai upaya preventif, kepolisian juga melakukan patroli rutin dan melakukan penjagaan di sejumlah tempat keramaian.

Meliputi perbankan,  toko emas, dan pasar yang menjadi pusat keramaian. ’’Yang jelas, upaya meminimalisir aksi kejahatan selalu kita lakukan. Kami juga rutin lakukan patroli debgan bersepeda ke setiap sudut kota,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia