Kamis, 17 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Harga Bawang Merah Tembus Rp 36 Ribu Per Kilogram

09 April 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bawang merah dan putih di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto mengalami kenaikan harga.

Bawang merah dan putih di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto mengalami kenaikan harga. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Ibu rumah tangga dituntut pandai berhemat agar asap dapur tetap mengepul. Meski Ramadan masih kurang sebulan, namun harga sejumlah bahan pangan di pasaran sudah merangkak naik.

Seperti yang terpantau di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. Sejumlah bahan pangan, khususnya komoditas sayur harganya kian melambung. Friskes Indira, salah satu pedagang, mengatakan, kenaikan harga mulai dirasakan sejak akhir Maret lalu.

Namun, hingga memasuki pekan kedua April ini, belum menunjukkan tanda-tanda penurunan harga. Dia menyebutkan, kenaikan paling signifikan terjadi pada harga bawang merah.

Disebutkannya, saat ini harganya telah menyentuh Rp 36 ribu per kilogram (kg). Padahal, sebelumnya pada kisaran Rp 26 ribu per kg. ’’Sejak dua minggu ini naik terus,’’ terangnya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada bawang putih. Harga salah satu bumbu dapur itu sebelumnya Rp 28 ribu per kg. Sedangkan saat ini dibanderol Rp 36 ribu per kg. Demikian pula dengan bawang bombai, dari yang semula Rp 24 ribu per kg, kini menembus Rp 30 ribu per kg.

’’Setiap hari mundak (naik) Rp 1.000. Kadang Rp  2.000 per kg,’’ tandasnya. Warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini, menyatakan, kenaikan harga terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan, telah merembet ke jenis bahan pangan lainnya.

Menurutnya, selama dua pekan ini harga jual cabai merah juga meroket Rp 20 ribu per kg. Dari yang semula dijual Rp 16 ribu per kg hingga menembus Rp 36 ribu per kilogram.

Begitu juga harga tomat yang mengalami kenaikan tiga kali lipat. Menurut Friske, sebelumnya dia hanya menjual Rp 6 ribu per kg. Namun kali ini sudah mencapai harga tertinggi Rp 18 ribu per kg. ’’Biasanya tomat paling mahal Rp 10 ribu (per kg). Baru kali ini saya jualan sampai Rp 18 ribu (per kg),’’ paparnya.

Akibat naiknya harga tersebut, daya beli pun menurun. Untuk menghindari kerugian, dirinya mengaku tidak mengambil stok barang terlalu banyak.  Diperkirakan, kenaikan harga dipicu berkurangnya pasokan di pasar.

Kendati demikian, dia menyatakan kondisi itu tidak sampai mengganggu kekosongan barang. ’’Pasokan barangnya ada, cuma gak sebanyak biasanya,’’ pungkasnya. Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sejumlah komoditas bahan pokok lainnya masih cenderung stabil.

Beras IR 64 masih pada kisaran harga Rp 7.500 per kg, gula pasir Rp 11 ribu per kg, daging sapi Rp 110 ribu per kg, dan daging ayam broiler tetap Rp 28 ribu-Rp 30 ribu per kg.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia