Jumat, 23 Aug 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

CJH Sudah Pernah Berhaji Berlaku Visa Progresif Senilai Rp 7,7 Juta

04 April 2019, 18: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

CJH asal Kecamatan Ngoro mengikuti manasik haji mandiri di kompleks IPHI Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kab. Mojokerto.

CJH asal Kecamatan Ngoro mengikuti manasik haji mandiri di kompleks IPHI Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kab. Mojokerto. (Achmad Basuni/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Calon jamaah haji (CJH) reguler asal Kabupaten Mojokerto yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini harus merogoh kantong lebih dalam.

Pasalnya, selain biaya pelunasan ibadah haji (BPIH) yang naik dari tahun sebelumnya, bagi CJH yang sudah pernah berhaji juga terkena beban tambahan biaya visa progresif.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto Mukti Ali mengatakan, kententuan baru tersebut mulai diberlakukan pada musim haji 2019 ini.

Menurutnya, regulasi itu merupakan kebijakan sistem imigrasi dari pemerintahan Arab Saudi, khusus bagi jamaah yang sudah tercatat pernah berhaji sebelumnya.

Dia menjelaskan, pemberlakuan visa progresif tersebut berdasarkan sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat). ”Sehingga jamaah yang sudah terekam di siskohat dan melakukan perjalanan haji lagi tahun ini, maka otomatis akan dikenakan progresif haji,” terangnya.

Dia menyatakan, biaya visa progresif menjadi tanggungan masing-masing CJH yang terekam pernah berhaji sebelumnya. Nominalnya pun terbiloang tidak sedikit.

Beban tambahan visa tersebut sebesar 2 ribu riyal atau kurang lebih Rp 7,7 juta.”Dan pembayarannya di-include-kan jadi satu saat pelunasan BPIH,” paparnya. 

Dengan demikian, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) BPIH 2019, ongkos haji di Embarkasi Surabaya (SUB) mengalami kenaikan. Tahun lalu sisa setoran awal haji tahun ini dipatok Rp 36.091.845 per jamaah. Sedangkan tahun ini naik sekitar Rp 495.100 menjadi Rp 36.586.945 per jamaah.

Kemenag mencatat, dari total 2.138 CJH yang berhak melunasi tahun ini, sebanyak 89 orang yang dikenakan visa progresif lantaran pernah berhaji sebelumnya. Sehingga mereka harus membayar kisaran Rp 44 juta lebih saat melakukan pelunasan BPIH di tahap pertama ini.

Sementara itu, sejak dibuka 19 Maret lalu, sebanyak 1.419 CJH reguler asal Kabupaten Mojokerto telah melunasi BPIH tahap pertama. Angka tersebut telah menyentuh cakupan 66,3 persen dari total 2.138 CJH yang berhak melunasi musim haji 2019 ini.

Hingga Selasa (2/4) tercatat masih ada 719 CJH yang belum melakukan pelunasan.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia