Rabu, 17 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Mapel Matematika Masih Tersulit, Siswa Lemah Soal Infografik

03 April 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Siswa-siswi SMAN 1 Kota Mojokerto fokus mengerjakan mapel matematikan dalam pelaksanaan UNBK.

Siswa-siswi SMAN 1 Kota Mojokerto fokus mengerjakan mapel matematikan dalam pelaksanaan UNBK. (Muh. Ramly/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Mata pelajaran (mapel) matematika masih menjadi pelajaran tersulit bagi siswa selama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA. Terutama soal-soal yang berbentuk infografik. Setidaknya hal itu diakui oleh para peserta ujian kemarin (2/4).

Lidia Rahmawani, siswi SMAN 1 Kota Mojokerto mengatakan, mapel matematika dari ujian sekolah berstandar nasional (USBN) ini memang menjadi mapel sulit dihadapi. Pasalnya, lanjut Lidia, rata-rata soal yang disuguhkan berbentuk gambar.

Kesulitannya, lanjut siswi jurusan IPA tersebut, peserta harus menge-zoom gambar yang ada terlebih dahulu. Sebelum akhirnya menjawab. Soal ujian yang berbentuk gambar di komputer tersebut sangat sulit dicerna ketimbang mengerjakan soal gambar di kertas biasa.

”Kalau mengerjakan soal matematika di komputer memang beda dengan di kertas. Lebih sulit di komputer, karena harus di-zoom dulu. Jadi, mata kita tidak kuat kalau harus dua jam,’’ katanya. Muhammad Agustian, siswa lainnya menambahkan, meski tidak ada kendala berarti, seperti kerusakan server dan pemadaman listrik, namun dalam mengejakan mapel matematika memang sedikit sulit dari mapel lain.

Menyusul lanjut siswa jurusan IPA tersebut, dalam mapel matematika ia dituntut fokus pada soal-soal karena harus mencerna gambar. ”Apalagi kekuatan mata itu di depan komputer semakin menurun. Jadi, fokus juga bakal ikut turun. Itu saja mungkin kendalanya,’’ jelasnya.    

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kota Mojokerto Imam Wahyudi menyatakan, keluhan siswa selama mengerjakan mapel matematika sangatlah wajar. Sebab, kata Imam, sekolah sudah mengetahui kelemahan yang akan dialami siswanya. Yakni, pada soal infografik yang harus di-zoom tersebut.

”Itu menurut saya memang jadi kelemahan anak-anak,’’ katanya. Sehingga, lanjut pria yang pernah menjabat Kepala SMAN 1 Puri tersebut, dikhawatirkan dapat menyebabkan nilai UNBK pada mapel matematika anjlok. Seperti UNBK di tahun sebelumnya. ”Tahun kemarin nilai terjelek itu ya mapel matematika itu. Ya harus kami akui, anak-anak kelemahannya di situ (mapel matematika, Red),’’ tambahnya.

Kepala Cabang Dispendik Jatim Wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto, Maryono juga tidak mengelak nilai UNBK mapel matematika tahun lalu memang menempati nilai mapel paling bawah dari mapel lainnya. ”Tahun lalu memang matematika paling rendah.

Apalagi, sekarang kan tetap pakai konsep HOTS, jadi lebih sulit lagi soalnya,’’ jelasnya. Namun, ia tetap optimistis nilai UNBK tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya. ”Kami lihat persiapannya lebih matang dari tahun kemarin,’’ tandas mantan Kepala Cabang Dispendik Wilayah Bangkalan ini. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia