Jumat, 06 Dec 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pasca Longsor Bebatuan, Waspadai Potensi Longsor Susulan

03 April 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pengendara terpaksa balik arah setelah akses jalan Pacet-Cangar, Batu, tertutup meterial longsoran Selasa (2/4).

Pengendara terpaksa balik arah setelah akses jalan Pacet-Cangar, Batu, tertutup meterial longsoran Selasa (2/4). (Suyitno Recue Welirang Comunity for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Itensitas hujan tinggi dan lama yang mengguyur belakangan ini tak hanya berimbas jebolnya tanggul. Namun, juga bencana longsor.

Selasa (2/4) longsor terjadi di Jalur Cangar, Kota Batu-Pacet, Kabupaten Mojokerto. Tepatnya titik Gajah Mungkur. Tebing setinggi 10 meter dengan lebar 5 meter itu ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, material berupa bebatuan besar sempat menutup akses jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Mohammad Zaini, mengatakan, bencana itu terjadi sekitar 13.30. Tanah dengan ketinggian sekitar 10 meter di jalur alternatif terkikis air hujan.

BPBD Kabupaten dibantu relawan dan kepolisian melakukan evakuasi material longsoran di Jalur Cangar-Pacet

BPBD Kabupaten dibantu relawan dan kepolisian melakukan evakuasi material longsoran di Jalur Cangar-Pacet (BPBD Kab. Mojokerto for radarmojokerto.id)

Akibatnya, lonsoran tanah bercampur bebatuan menutup jalan. ’’Petugas sudah melakukan evakuasi. Jalan juga sudah bisa dilewati meski harus bergantian untuk roda empat,’’ katanya.

Proses evakuasi berlangsung lama. Selain tanah, juga terdapat sejumlah batu besar yang menutup jalan. ’’Yang jelas, kami upayakan batu itu segera bisa dievakuasi agar tidak menggagu lalu lintas,’’ jelasnya.

Karena terkendala cuaca dan besarnya material longsor, hingga kemarin sore, proses evakuasi yang melibatkan masyarakat dan relawan itu masih berlangsung. Untuk menuntaskan evakuasi, pihaknya mengaku membutuhkan alat berat.

’’Kondisi saat ini material untuk sementara ditepikan. Sehingga, arus lalin yang tadinya tersendat dapat dipulihkan,’’ paparnya. Zaini mengimbau kepada masyarakat agar waspada akan datangnya bencana.

Pasalnya, musim penghujan diprediksi akan berlangsung hingga akhir April. Khususnya pada daerah yang rawan dilanda bencana alam. Menyusul, sepanjang musim penghujan ini, bencana alam masih membayangi Kabupaten Mojokerto. Termasuk, jalur alternatif Cangar, Kota Batu-Pacet, Mojokerto.

Pengguna jalan juga harus meningkatkan kewaspadaanya. Sebab, jalur yang membelah Tahura R. Soerjo itu rawan terjadi longsor susulan. Di sisi lain, kondisinya juga cukup licin.

’’Mengingat kondisi cuaca di sekitar Cangar sedang turun hujan, dikhawatirkan daya cengkeram batu tanah dan pohon juga lemah atau gembur,’’ paparnya.

Sebagai imbauan, pihaknya terus mendorong pemasangan rambu rawan longsor. ’’Itu perlu, karena imbauan itu sangat minim di jalur ini,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia