Kamis, 23 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Rekanan Proyek Kasus Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabur

02 April 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

: Kejari Kota saat melakukan penyegelan sebuah rumah di kawasan Perumahan Sooko Indah, Desa/Kec. Sooko, Kab. Mojokerto tahun lalu.

: Kejari Kota saat melakukan penyegelan sebuah rumah di kawasan Perumahan Sooko Indah, Desa/Kec. Sooko, Kab. Mojokerto tahun lalu. (dokumen radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Kesabaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto akhirnya habis. Dalam waktu dekat, berkas penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto, segera disorong ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Surabaya.

Sidang inabsentia pun akan segera digelar. Kepala Kejari Kota Mojokerto Halila Rama Purnama, SH, mengatakan, proses tahap I atas kasus dugaan korupsi yang menyeret tersangka pelaksana proyek, Karyono ini, segera dirampungkan. ’’Mau penerimaan tersangka dan barang bukti. Kami akan panggil ulang. Untuk segera dilimpahkan ke tahap II,’’ ujarnya.

Dengan pelimpahan dari jaksa peneliti ke jaksa penuntut, maka kasus ini pun akan memasuki babak baru. Yakni, segera masuk ke meja persidangan. ’’Kami sudah memanggil dan memberi waktu ke tersangka. Tapi, tidak juga hadir,’’ tambahnya.

Kajari menerangkan, pemanggilan terbuka sudah pernah dilayangkan ke Direktur CV Karya Mulya, Karyono. Akan tetapi, panggilan itu diabaikan. Dan tersangka justru melarikan diri dari tanggung jawab. Pelarian Karyono tak menghambat proses penyidikan yang dilakukan korps Adhyaksa.

Bahkan, untuk memulihkan dugaan kerugian negara, Kejari bertindak cepat dan melakukan penyegelan sebuah rumah di kawasan Perumahan Sooko Indah, Sooko. Terkait dengan rumah ini, kejari masih menunggu hasil persidangan. Apakah akan dilelang untuk menutupi kerugian negara atau dikembalikan ke tersangka. ’’Tunggu putusan pengadilan,’’ pungkasnya.

Perlu diketahui, Karyono merupakan pemborong kondang di Mojokerto. Di tahun 2014 lalu, ia mampu memperoleh proyek bernilai miliaran rupiah. Terdeteksi, empat proyek besar, dimenangkan perusahaannya.

Keempat proyek itu adalah pembangunan gedung Perpustakaan dan Arsip dengan pagu Rp 2,09 miliar, gedung Puskesmas Pembantu Balongsari dengan pagu Rp 500 juta, gedung Inspektorat dengan pagu Rp 2,2 miliar, dan gedung SDN Wates dengan Pagu Rp 700 juta.

Setahun kemudian, BPK mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK dan merekomendasikan jika proyek pembangunan Perpustakaan dan Arsip terdapat kekurangan volume dan kelebihan pembayaran senilai Rp 135 juta.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia