Senin, 27 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Bukti Ditaruh Kotak Teh, Arek Mojosari Jadi Bandar Sabu dan Ekstasi

01 April 2019, 13: 06: 18 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi menunjukkan barang bukti hasil ungkap kasus penangkapan Ahmad Fauzan di kantor BNNK.

Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi menunjukkan barang bukti hasil ungkap kasus penangkapan Ahmad Fauzan di kantor BNNK. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Mojokerto krisis narkoba karena dikenal dengan pengedar kelas kakapnya bukan sekadar sebutan semata. Menyusul beberapa kali pengedar jenis sabu-sabu atau ekstasi ini berhasil diungkap.

Terbaru, Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) bersama BNNP Jatim menangkap seorang bandar yang tercatat sebagai warga Mojokerto. Sabtu (30/3) lembaga antinarkoba itu giliran membekuk Ahmad Fauzan warga Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Dia ditangkap di Gate Tol Jombang-Mojokerto (Jumo) KM 711. ”Kebetulan, pelaku hendak mengirimkan narkoba ke Madiun,” ungkap Kepala BNNK Mojokerto AKBP Suharsi dalam pers rilis ungkap kasus di Kantor BNNK Mojokerto Jalan Raya Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Senin (1/4).

Barang bukti yang diamankan tidak kalah fantastis dengan bandar-bandar yang sebelumnya diringkus lebih dulu. Di antaranya ada 294 ons sabu-sabu senilai Rp 441 juta, dan 1.050 butir ekstasi seharga Rp 787 juta. ”Oleh tersangka, barang bukti itu diambil dari Sidoarjo,” imbuh perempuan dengan dua melati di pundak ini.

Dari penghitungan BNNK, nilai barang haram dari hasil ungkap ini setara dengan Rp 1,2 miliar. Penangkapan Fauzan  berlangsung dramatis. Setelah mendapati informasi tersangka akan mengirimkan sabu-sabu dan ekstasi ke Madiun, BNNK dan BNNP dibantu tim PJR tol lebih dulu menyanggong dan mengintai mobilnya di Tol Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto sejak pukul 16.00.

Fauzan diketahui mengendarai Suzuki Ertiga warna silver nopol W 1334 YZ. Tersangka dan petugas gabungan pun terlibat kejar-kejaran di sepanjang jalan tol. Hingga mobilnya berhasil dihentikan setelah petugas terpaksa menabrak dan menghadangnya di Exit Tol Jumo. Selama petugas memeriksa dan menggeledah mobilnya, tersangka diketahui menaruh barang bukti sabu-sabu dalam kemasan minuman.

"Pelaku memang sudah cerdas. Di antara barang buktinya sengaja ditaruh di teh kotak. Jadi, ada beberapa teh kotak yang masih utuh. Namun, teh kotak lainnya diisi narkotika," papar Suharsi.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia