Minggu, 21 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dipindahkan dari Mapolresta, Mobil Sitaan KPK Dititipkan di Rubpasan

29 Maret 2019, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Satu dari tiga unit mobil yang sebelumnya disita KPK saat masih dititipkan di halaman Mapolresta Mojokerto.

Satu dari tiga unit mobil yang sebelumnya disita KPK saat masih dititipkan di halaman Mapolresta Mojokerto. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memindahkan tiga mobil yang disita sejak tiga hari lalu. Ketiganya dipindahkan dari halaman Polres Mojokerto Kota, ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), di Daleman Selatan, Japan, Sooko.

Ketiga kendaraan itu adalah Honda HRV silver nopol S 1853 RG yang dikabarkan milik pegawai Pemkab Mojokerto berinisial L, Honda HRV warna hitam bernopol S 1082 QH milik seorang kepala bagian di Pemkab Mojokerto. Mobil ini menggunakan nama istrinya, berinisial VV sebagai pemilik kendaraan.

Sedangkan, satu kendaraan lainnya yang disita KPK yakni Nissan March warna putih bernopol S 1968 RF. Mobil tersebut milik salah seorang pihak swasta yang kini tengah aktif sebagai penyelenggara pemilu di Kabupaten Mojokerto.

Ketiga mobil yang diduga merupakan pemberian Bupati nonaktif Mustofa Kamal Pasa itu, dipindahkan dari Mapolres Mojokerto Kota sekitar pukul 14.10. Ketiga pria yang diduga tenaga harian lepas dan dua wanita yang merupakan petugas KPK, nampak membawa tiga mobil sitaan itu ke luar polresta. ’’Dibawa ke Rupbasan,’’ kata salah seorang sopir yang mengemudikan mobil HRV silver. 

Sementara itu, pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat dan swasta berlangsung hingga petang. Nampak di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPTPTSP) Abdulloh Muhtar, Kepala Disperindag Bambang Purwanto, dan mantan kepala DPMPTSP Noerhono.

Selain itu, sejumlah camat juga nampak hadir di ruang pemeriksaan. ’’Pertanyaannya sama dengan yang lain,’’ ujar Didik Chusnul singkat. Terpisah, Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Hadi Prayitno, menjelaskan, KPK meminjam Aula Wira Pratama untuk pemeriksaan, berakhir Rabu (27/3).

Akan tetapi, jadwal itu masih berubah jika lembaga antirasuah tersebut masih membutuhkan perpanjangan. ’’Kalau jadwalnya, kemarin itu sudah terakhir. Kalau memang masih butuh, ya diperpanjang. Tidak apa-apa,’’ ujarnya.

Selama 10 hari, KPK memang fokus melakukan pemeriksaan. Berlokasi di aula Mapolres Mojokerto Kota, proses penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan MKP berlangsung intensif. Sederet pejabat hingga swasta yang disinyalir terlibat, diperiksa secara maraton. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia