Sabtu, 20 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Dimintai Keterangan Penyidik KPK, Ini Jawaban Wabup Pungkasiadi

28 Maret 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Wabup Pungkasiadi memberikan keterangan pers usai memenuhi panggilan penyidik KPK di Mapolresta Mojokerto.

Wabup Pungkasiadi memberikan keterangan pers usai memenuhi panggilan penyidik KPK di Mapolresta Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama enam jam di aula Wira Pratama, Mapolres Mojokerto, Rabu (27/3).

Sedikitnya, 18 pertanyaan terkait dugaan pencucian uang yang dilakukan Bupati Mojokerto (nonaktif) Mustofa Kamal Pasa, disodorkan penyidik. Hal itu diungkapkan Wabup Pungkasiadi usai menjalani pemeriksaan, tepat pukul 16.00. ’’Ada 18 pertanyaan. Sudah saya jelaskan semuanya ke penyidik,’’ ungkapnya, kemarin.

Ditegaskan dia, kedatangannya ke Mapolres dan menghadap ke penyidik KPK hanya sebatas saksi atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan MKP. Pung membantah jika ia juga dikait-kaitkan dengan dugaan jual beli jabatan yang kini tengah ditelusuri KPK.

’’Tidak ada terkait jual beli jabatan. Saya sudah menjelaskan semua ke penyidik. Saya tidak ada di situ. Itu periode lama,’’ jelas Pung. Kasus dugaan TPPU yang kini menyeret tersangka tunggal yakni MKP, memang terfokus di masa pemerintahan MKP-Choirunnisa.

Yakni, periode 2010-2015. Saat itu, banyak pejabat struktural yang mendadak melejit dan duduk di jabatan eselon II. Sementara itu, selain wabup, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto juga nampak hadir di ruang pemeriksaan.

Sejumlah camat dan mantan pejabat yang pernah nonjob serta rekanan juga terlihat. Sumber di Mapolres Mojokerto Kota menyebutkan, pemeriksaan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto ini akan berlangsung hingga Jumat.

Hal itu mendasar pada surat KPK yang dilayangkan atas pemakaian aula guna penyidikan kasus dugaan TPPU yang dilakukan MKP. KPK sendiri telah melakukan pemeriksaan pejabat sejak Selasa (19/3) lalu. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia