Jumat, 24 May 2019
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Jadi Ajang Test Case sebelum Turun di Porprov Jatim

27 Maret 2019, 18: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Atlet taekwondo Kabupaten Mojokerto saat turun di Kejurda Junior Jatim di Ponorogo Januari lalu.

Atlet taekwondo Kabupaten Mojokerto saat turun di Kejurda Junior Jatim di Ponorogo Januari lalu. (Pengkab TI for radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Cabor taekwondo Kabupaten Mojokerto semakin meningkatkan porsi latihan jelang bergulirnya Porprov Jatim 2019. Di mana, waktu kurang dari empat bulan lagi menjadi momentum berharga bagi atlet dalam menempa performa agar bisa bersaing merebut medali.

Tidak hanya latihan biasa, Pengkab TI Mojokerto juga menguji penampilan anak asuhnya lewat pertandingan resmi. Salah satunya di Kejurprov Taekwondo Jatim yang akan digeber akhir pekan nanti di Pasuruan. Ajang tersebut sekaligus test case terakhir atlet sebelum turun di level empat tahunan Juli nanti.

Nah, sebelum turun di kejurprov nanti, Pengkab TI telah menyiapkan sejumlah atlet yang telah digembleng dengan latihan khusus. Yakni, sebanyak 25 atlet.Terdiri dari 10 atlet utama, dan 15 atlet lapis kedua porprov. Nantinya mereka bakal diturunkan di sejumlah nomor dan kelas berbeda.

Yakni, kelas tarung putra sebanyak 9 nomor. Mulai dari 54 kg sampai +87 kg. Lalu kelas tarung putri sebanyak 11 nomor. Mulai dari 46 kg sampai +78 kg. Sementara di kelas pomsai atau kembangan, juga bakal turun masing-masing satu atlet.

’’Sebenarnya ada 16 atlet utama porprov yang sudah disiapkan. Namun,6 diantaranya masih terkendala ujian sekolah, dan tes masuk di instansi kepolisian.Jadi, yang kita siapkan hanya 10 atlet ditambah dengan 15 atlet lapis kedua,’’ tutur Tarigan, Ketua Umum Pengkab TI Mojokerto.

Tarigan sudah menyiapkan puluhan atlet itu tiga bulan lalu. Baik untuk kejurprov maupun porprov. Mereka terdiri dari beberapa dojo yang tersebar di kecamatan maupun dari pusat pelatihan taekwondo di Mojokerto. Lalu disatukan dalam TC (training center) bersama.

Tidak hanya latihan, mereka juga telah digembleng dalam tryout dan kejuaraan di sejumlah daerah. Termasuk kejurda yang berlangsung di Ponorogo, Januari lalu. Untuk target, Pengkab TI masih belum memberikan beban pasti.

Sampai saat pengurus masih mempertimbangkan performa atlet sesuai kapasitasnya di nomor dan kelas yang diikuti hingga nanti di persiapan terakhir jelang keberangkatan menuju arena. ’’Sejak awal seleksi sudah kita drill di pertandingan resmi kejurda. Mereka terpilih juga karena prestasi yang telah diraih,’’ tandasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia