Selasa, 19 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Delapan Jam Diperiksa KPK, Sekdakab Baru Bisa Turuni Anak Tangga

27 Maret 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sekda diperiksa paling lama dibanding sederet pejabat yang lain. Ia datang pukul 10.00 dan keluar dari ruang pemeriksaan Mapolresta Mojokerto pukul 18.00.

Sekda diperiksa paling lama dibanding sederet pejabat yang lain. Ia datang pukul 10.00 dan keluar dari ruang pemeriksaan Mapolresta Mojokerto pukul 18.00. (Imron Arlado/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Herry Suwito menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Mapolres Mojokerto Kota, Selasa (26/3)

Dari sederet pejabat, pemeriksaan terhadap Herry Suwito tercatat paling panjang. Yakni, selama delapan jam. Herry tiba di Mapolres Mojokerto Kota tepat pukul 10.00. Ia langsung naik ke aula Wira Pratama lantai II. Ruangan ini telah dipakai lembaga antirasuah sejak pekan lalu.

Sekitar pukul 16.00, sejumlah pejabat sudah nampak turun dari ruang pemeriksaan. Mereka di antaranya Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Susantoso, mantan Kabid Tata Bangunan dan Prasarana Jalan di Dinas PUPR Yuni Laili Faizah, Lutfi Arief Muttaqin, Camat Puri Narulita Priswiandini, hingga mantan Kades Watukenongo, Pungging, Nano Santoso Hudianto alias Nono.

Sementara, dua jam berselang, tepat pukul 18.00, Herry Suwito yang menggunakan batik warna cokelat tersebut, baru terlihat baru turun dari ruang pemeriksaan. Namun sayang, ia enggan menyebut alasan waktu yang panjang dalam pemeriksaan itu.

Ia mengakui hanya sekadar dimintai keterangan untuk mengungkap dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Bupati (nonaktif) Mustofa Kamal Pasa (MKP). ’’Dimintai keterangan sebagai saksi terkait TPPU Bupati (nonaktif) MKP,’’ ujarnya.

Apakah juga terkait dengan indikasi jual beli jabatan seperti yang diakui pejabat lain? ’’Semua terkait dengan TPPU,’’ katanya mengulang sembari keluar dari gedung Mapolresta Mojokerto.

Selain sekda dan sejumlah pejabat, seorang perempuan berparas ayu juga nampak turun dari ruang pemeriksaan. Ia adalah Putri, seorang perempuan yang dikenal memiliki hubungan khusus dengan MKP. Ia merupakan tenaga honorer yang bertugas di Bagian Umum Setdakab Mojokerto.

Kedekatannya dengan MKP ini sudah menjadi rasan-rasan di kalangan pejabat pemkab. Karena, Putri yang hanya seorang honorer, berdinas dengan menggunakan mobil jenis Nissan March warna putih. Kendaraan ini pun, sudah disita KPK sejak setahun silam. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia