Kamis, 21 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Puluhan Rumah di Tiga Desa Terendam, Warga Selamatkan Harta dan Ternak

27 Maret 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Seorang nenek menyelamatkan kambing ternak setelah rumahnya terendam banjir di Dawarblandong, Kab. Mojokerto.

Seorang nenek menyelamatkan kambing ternak setelah rumahnya terendam banjir di Dawarblandong, Kab. Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini menjelaskan, meluapnya debit Sungai Lamong tidak hanya memutus jembatan penghubung antardusun di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Luapan sungai anak Bengawan Solo tersebut juga merendam puluhan rumah warga di tiga desa. MeliputiDesa Banyulegi, Balong dan Talok Blandong, Kecamatan Dawarblandong. ’’Tren air hingga sore ini (kemarin, Red) ada yang sudah turun, ada yang naik,’’ katanya.

Seperti di Dusun Balong, Desa Banyulegi. Hingga kemarin ketinggian air terus mengalami kenaikan. Di dusun ini ada sekitar 20 rumah terendam. Rata-rata ketinggian mencapai 20 cm. Sementara di Dusun Ngarus, tercatat ada 25 rumah terdampak. Namun, tren airnya mulai surut.

Siswa MI menerjang genangan banjir.

Siswa MI menerjang genangan banjir. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

Rata-rata ketinggian air mencapai 10-15 cm. ’’Total ada 40 KK dengan 125 jiwa yang terdampak,’’ ujar Zaini. Desa Pulorejo juga mengalami hal serupa. Di desa ini setidaknya ada 13 KK atau 40 jiwa yang tersebar di dua dusun terkena imbas meluapnya Sungai Lamong.

Di antaranya Dusun Klanting dengan 7 rumah terdampak. Ketinggian air dalam rumah mencapai 30 cm. Sedangkan di Dusun Pulorejo ada 6 rumah dengan ketinggian air mencapai 15 cm. Tren air di desa ini juga mengalami penurunan. ’’Sedangkan di Desa Talungblandong, air sudah surut di perkampungan. Tetapi, aliran sungai menghambat atau memutus akses jembatan desa,’’ tutur Zaini.

’’Kerusakan parah terdapat pada sayap jembatan,’’ imbuhnya. Hasil koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) pemerintah memutuskan untuk mendiriakan dapur umum. Sebagai upaya meringankan beban warga terdampak banjir. ’’Pendirian ini kita sesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan,’’ tandas Zaini.

Ketua RT Desa Banyulegi Marzuki menambahkan, luapan Sungai Lamong terpantau sejak pagi sekitar pukul 05.00. ’’Tapi, air baru masuk rumah warga sekitar pukl 10.30,’’ ujarnya. Sehingga dibantu jajaram Polri/TNI, BPBD, dan tim relawan, warga harus menyelamatkan barang berharga mereka.

Menyusul ketinggian air mencapai 70 cm. ’’Ini banjir terparah di musih hujan sekarang,’’ imbuhnya. Tak hanya merendam rumah, banjir yang sudah menjadi langganan di setiap musim hujan ini juga merendam 33 hektare lahan padi. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia