Selasa, 12 Nov 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Mangkrak 12 Tahun, Proyek Masjid Besar Darussalam Dilanjutkan

26 Maret 2019, 22: 44: 01 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kondi terakhir pembangunan Masjid Besar Darussalam di Jalan Raya Desa Gemekan, Kec. Sooko, Kab. Mojokerto.

Kondi terakhir pembangunan Masjid Besar Darussalam di Jalan Raya Desa Gemekan, Kec. Sooko, Kab. Mojokerto. (Moch. Chariris/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Pemkab Mojokerto kembali fokus menyelesaikan sejumlah proyek pembangunan yang sempat mangkrak untuk diteruskan kembali.

Salah satunya Masjid Besar Darussalam di Jalan Raya Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang sempat terbengkalai pembangunannya sejak tahun 2007 lalu.

Pembangunan masjid bersejarah itu kini dilanjutkan kembali agar bisa dijadikan sebagai salah satu ikon Kabupaten Mojokerto. Anggaran senilai Rp 7,5 miliar telah digelontorkan pemkab untuk merampungkan sisa pembangunan yang ditarget sampai akhir tahun 2019 nanti.

Kelanjutan pembangunan pun telah nampak sejak kemarin. Sejumlah pengurus takmir bersama perangkat desa terlihat guyub membersihkan ilalang dan puing bangunan yang berserakan di sekitar masjid. Upaya pembersihan itupun rencananya digelar dalam seminggu ke depan. Di mana, pemkab telah memberikan sinyal akan memulai lagi tahapan perampungan pembangunan.

Keterlibatan takmir masjid bersama perangkat desa menjadi penting lantaran alokasi anggaran yang akan dikucurkan masuk di pos hibah. Sehingga penggarapan harus melalui swakelola antara pemkab bersama takmir dan perangkat desa.

’’Dalam memulainya memang belum dijadwalkan secara resmi. Baru Rabu (27/3) besok kita rapatkan bersama takmir koordinasi dan pembahasan kelanjutan pembangunan,’’ tutur Kabag Kesra Setdakab Kabupaten Mojokerto, Nugraha Budhi Sulistya.

Ia menegaskan anggaran Rp 7,5 miliar tersebut nantinya hanya akan digunakan untuk melengkapi beberapa bagian masjid yang belum tersentuh rehab. Seperti penambahan lantai, penyempurnaan dinding, pengadaan lampu, dan sejumlah interior masjid lainnya.

Sementara kerangka bangunan utama, sudah tidak perlu lagi direhab lantaran sudah terbangun kokoh sejak bertahun-tahun silam. ’’Ada lima paket pengerjaan besar yang sudah siap digarap. Tinggal menentukan jadwalnya saja,’’ tambahnya.

Masjid Besar Darussalam sendiri nantinya diharapkan mampu menjadi ikon kebesaran Islam di kawasan bekas Kerajaan Majapahit ini. Di mana, masjid yang diprakarsai Bupati Mojokerto kelima, Raden Adipati Ario Kromodjojo Adi Negoro ini sudah berdiri sejak tahun 1893.

Hingga saat ini, bangunan inti yang berada di sisi depan masjid baru itu masih terus bertahan dengan sejumlah interior asli yang masih berdiri tegak. Mulai dari jendela, pintu, empat pilar induk masjid, soko guru, tangga joglo untuk mengumandangkan azan, hingga tempat wudu.

Masjid ini kemudian mendapat perhatian dari pemda untuk dibangun lebih megah pada tahun 2007 silam. Waktu itu telah menghabiskan anggaran daerah sebesar Rp 17 miliar. Namun, dalam perjalanannya, proyek ini tak mandek dan mangkrak selama kurang lebih 12 tahun (terhitung hingga sekarang).

Menyusul, sebelumnya pemkab mendapat teguran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit proyek tempat ibadah tersebut. Teguran itu lantaran pemkab hanya menerjunkan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat dalam proses audit.

BPK beralasan, keterlibatan mereka harus dilakukan karena anggaran yang dipakai untuk pembangunan bersumber dari APBD dan APBN.  Tahun 2015, pemda sempat mengalokasikan kembali anggaran pembangunan senilai Rp 20 miliar, namun gagal lagi. Baru tahun 2019 ini, pemda mengalokasikan anggaran Rp 7,5 miliar untuk melanjutkan proyek tersebut. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia