Senin, 21 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jembatan Hanyut Disapu Meluapnya Sungai Lamong, Satu Dusun Terisolir

26 Maret 2019, 12: 48: 33 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kondisi jembatan di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kec. Dawarblandong, Kab. Mojokerto yang ambruk akibat meluapnya Sungai Lamong.

Kondisi jembatan di Dusun Talunbrak, Desa Talunblandong, Kec. Dawarblandong, Kab. Mojokerto yang ambruk akibat meluapnya Sungai Lamong. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Warga Dusun Talunbrak,  Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dikabarkan terisolir. Menyusul, jembatan penghubung antardusun sebagai akses utama mereka dalam beraktivitas ambruk terseret derasnya sungai Lamong Selasa (26/3).

Pendangkalan sungai diduga menjadi penyebab sungai tak mampu menampung peningkatan debit air akibat tingginya itensitas hujan yang terjadi belakangan ini. Sehinga derasnya arus sungai membuat jembatan sepanjang 85 meter dan lebar 2,5 meter itupun terseret.

Jembatan kayu itu ambruk dan putus. Sehingga melumpuhkan aktivitas warga setempat. "Ya bisa dikatakan, warga Dusun Talunbrak ini terisolir," tutur Heri, salah satu warga. Dusun ini berada di utara sungai sekaligus menjadi desa tapal batas antara Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dengan Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.

Akibat kejadian itu, warga harus memutar rute jika hendak menuju Dawarblandong. Sebab, selama ini jembatan tersebut memang menjadi akses utama bagi warga Dusun Talunbrak keluar masuk dusun.

Baik dalam aktivitas keseharian menuju ke ladang, bekerja, atau akses para siswa saat pulang dan berangkat sekolah. "Lumayan lebih jauh, sekitar 12 km. Karena warga harus memutar lewat Balongpanggang, Kabupaten Gresik," terangnya.

Memang, jembatan tersebut diketahui sudah lama mengalami kerusakan. Bahkan, berlangsung dalam dua tahun ini. Namun, belum pernah ada perbaikan. Sehingga lama-kelamaan kondisi konstruksi jembatan pun mengalami kerapuhan.

Dengan demikian saat Sungai Lamong meluap jembatan menjadi secara otomatis tidak berfungsi. Warga tak berani melintas setelah air sungai menggerus tanggul sebagai penyangga utama jembatan. "Ambruknya jembatan ini karena tanggul sisi selatan tergerus air," tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia