Rabu, 23 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Journey

Mojotirto Festival Suguhkan Nuansa Majapahitan

23 Maret 2019, 00: 08: 20 WIB | editor : Mochamad Chariris

Danrem Kolonel Arm Rully Candrayadi, Wali Kota Ika Puspitasari, Sekdakot Harlistyati, Dandim Letkol Kav Hermawan Weharima, Waka Polresta Kompol Hadi Prayitno, bersama forkopimda dan jajaran OPD melarung air ke Sungai Kotok di pembukan Mojotirto Festival.

Danrem Kolonel Arm Rully Candrayadi, Wali Kota Ika Puspitasari, Sekdakot Harlistyati, Dandim Letkol Kav Hermawan Weharima, Waka Polresta Kompol Hadi Prayitno, bersama forkopimda dan jajaran OPD melarung air ke Sungai Kotok di pembukan Mojotirto Festival. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto/id)

MOJOKERTO – Nuansa Majapahitan dan unsur kebudayaan begitu kental tersaji dalam Mojotirto Festival yang digelar mulai Jumat (22/3). Event besar diselenggarakan Pemkot Mojokerto ini digelar di kawasan jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.

Tujuannya untuk membuka kawasan pariwisata di wilayah barat. Diawali Kirab Majapahit yang diikuti peserta lengkap menggenakan pakaian khas kerajaan yang pernah dipimpin Raja Hayam Wuruk itu. Terdapat pula iring-iringan penari Bedoyo Air sembari membawa kendi dari tujuh sumber mata air untuk dilepas ke Sungai Kotok.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, mengungkapkan, Mojotirto Festival yang digelar pertama kalinya ini sebagai langkah awal untuk membuka gerbang pariwisata di wilayah barat Kota Mojokerto. Sehingga dapat menjadi pusat keramaian, dan menumbuhkan geliat perekonomian warga.

Wali Kota Ika Puspitasari menikmati suasana Sungai Kotok dari atas jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Wali Kota Ika Puspitasari menikmati suasana Sungai Kotok dari atas jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/radarmojokerto.id)

”Melalui Mojokerto Festival ini, semoga bisa membawa dampak sosial dan daya ungkit perekonomian bagi Kota Mojokerto,” paparnya. Dia berharap, festival ini menjadi agenda rutin tahunan yang digelar pemkot. Sehingga ke depan, Mojotirto Festival menjadi salah satu ikon yang mampu menyedot datangnya wisatawan ke Kota Onde-Onde.

Dipilihnya lokasi di area jembatan Rejoto ini juga bukan tanpa alasan. Mengingat, pemkot memiliki rencana untuk membangun kawasan wisata di kawasan sungai yang bermuara ke Kali Brantas itu. Sejumlah destinasi wisata air dan wahana tengah digodok pemkot untuk menghidupkan wilayah barat kota tersebut.

Sedianya, Festival Mojotirto berlangsung selama dua hari, dan berlanjut hingga hari ini. Selain acara inti yang berlangsung di Rejoto, event tersebut juga menyuguhkan berbagai dukungan acara dan kesenian lainnya.

Hari ini akan ada permainan tradisional, lomba dayung, pasar tradisional yang menjual jajanan khas tempo dulu, hingga ditutup dengan pertunjukkan ludruk. Ning Ita menyatakan, Mojotirto Festival merupakan wujud syukur atas melimpahnya air. Pasalnya, Kota Mojokerto dikelilingi kanal-kanal maupun sungai.

Jika saluran itu tersebut dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, maka bisa menjadi potensi yang mendatangkan keberkahan. ”Hujan yang turun bukanlah ancaman, tapi keberkahan,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Mojoekrto Novi Rahardjo, menambahkan, Kirab Majapahit diikuti seribu lebih partisipan dari warga dan pelajar se-Kota Mojokerto.

Agenda ini turut melibatkan pelaku budaya, pegiat seni, serta unsur kepemudaan. Selain itu, acara juga dikonsep ala Majapahitan untuk menggugah kembali semangat kejayaan Majapahit. ”Kami akan terus melakukan kajian agar bisa sesuai dengan pakem Majapahit yang sebenarnya,” tandasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia