Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Empat SMP Negeri Jadi Korban Penipuan Rekanan CCTV, Ini Pelakunya

22 Maret 2019, 16: 17: 49 WIB | editor : Mochamad Chariris

Muhammad Sayudi menunjukkan KTP pelaku penipuan CCTV Suseno warga Desa Cangkringrandu, Perak, Jombang.

Muhammad Sayudi menunjukkan KTP pelaku penipuan CCTV Suseno warga Desa Cangkringrandu, Perak, Jombang. (Muh. Ramli/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Lembaga SMP di Kabupaten Mojokerto merencanakan menambah pengawasan dengan memasang kamera closed circuit television (CCTV) saat ujian nasional berbasis komputer (UNBK) berlangsung.

Namun, rencana tersebut gagal. Pasalnya, beberapa lembaga SMP negeri tersebut justru menjadi korban penipuan pemesanan CCTV. ”Awal Januari ada rekanan dari Jombang yang mengajak kerja sama dengan sekolah-sekolah yang ingin memasang CCTV,” kata Kepala SMPN 1 Sooko Muhammad Sayudi.

Sekolahnya juga menjadi salah satu korban penipuan. Sayudi mengaku tidak percaya jika lembaganya menjadi korban penipuan berkedok pengadaan CCTV. Selain mengatanasmakan salah satu rekanan, memang beberapa kali pelaku datang ke sekolah. Bahkan, telah menjalin kerja sama.

”Tapi, pas dihubungi lagi nomor handphone-nya nggak aktif,’’ katanya. Dengan demikian, rencana sekolah untuk menambah fasilitas pengawasan UNBK menggunakan bantuan kamera intai pun gagal. SMPN 1 Sooko mengalami kerugian Rp 9 juta karena sebelumnya telah membayar uang muka kepada pelaku.

”Sebenarnya kami akan memesan 40 unit CCTV, kira-kira kalau lunas bayarnya Rp 20 jutaan,’’ jelasnya.  Dia menceritakan penipuan CCTV tersebut dilakukan rekanan bernama Suseno, warga asal Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Sayudi sudah melaporkan kasus penipuan ini ke Mapolsek Sooko. Namun, kasus serupa bukan hanya dialami SMPN 1 Sooko. Menurut Sayudi beberapa SMPN negeri lainnya juga mengalami hal serupa. Di antaranya, SMPN 1 Puri, SMPN 1 Trowulan, dan SMPN 1 Mojosari.

”Yang menipu ya Suseno itu. Sudah saya laporkan (polisi). Kata Polsek Sooko sudah dalam pengejaran,’’ ujarnya. Kabag Sarpras SMPN 1 Mojosari Subagyo membenarkan sekolahnya turut menjadi korban penipuan pengadaan CCTV.

Dia mengaku sekolahnya berencana untuk memesan 16 unit CCTV dengan membayar uang muka Rp 3 juta kepada Suseno. Namun, setelah ditunggu-tunggu, sampai sekarang rekanan tersebut tak kunjung merealisasi. ”Ternyata ditipu. Padahal sudah bayar uang muka,’’ kata Subagyo.

Semenatara itu, Kapolsek Sooko AKP Purnomo, menyatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti kasus dugaan penipuan pengandaan CCTV yang dialami beberapa sekolah negeri. Dengan melakukan penjemputan paksa ke rumah pelaku. Namun, dua kali didatangi petugas tak kunjung menemukan Suseno.

”Pelakunya belum ditemukan. Rencananya, minggu ini akan didatangi langsung Reskrim Polres Mojokerto,’’ katanya. Purnomo menduga kasus serupa bukan hanya dilakukan Suseno di Kabupaten Mojokerto saja.

Belakangan, pelaku telah diditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) akibat kasus serupa di beberapa daerah. ”Bukan hanya di sini (Mojokerto, Red) saja. Tapi, juga di banyak wilayah,’’ jelas Purnomo. (ras)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia