Selasa, 16 Jul 2019
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

KPK pun Periksa Mobil Honda Brio Milik Kadispendik Zaenal

21 Maret 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kepala Dispendik Zaenal Abidin (tengah) saat mendampingi penyidik KPK yang memeriksa dan mendokumentasikan mobil Honda Brio miliknya di halaman mapolresta.

Kepala Dispendik Zaenal Abidin (tengah) saat mendampingi penyidik KPK yang memeriksa dan mendokumentasikan mobil Honda Brio miliknya di halaman mapolresta. (Khudori Aliandu/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pendalaman kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp 34 miliar kembali dilanjutkan kemarin (20/3).

Setelah memeriksa enam saksi dari jajaran staf OPD di lingkungan pemkab pada hari pertama Selasa (19/3), kali ini, lembaga antirasuah itu giliran memeriksa sejumlah kepala OPD (organisasi perangkat daerah) Pemkab Mojokerto lainnya.

Pemeriksaan yang berlangsung di lantai dua Mapolresta Mojokerto, di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto ini sedianya dijadwalkan memanggil 16 orang pejabat di lingkungan pemkab dan rekanan.

Mereka yang berstatus saksi dalam kasus TPPU itu diperiksa perihal pendalaman dugaan penerimaan kasus gratifikasi oleh tersangka Bupati nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP).  Termasuk, asal-usul pembelian aset tersangka yang sebelumnya juga disita lembaga antibodi tersebut. Di antaranya berupa aset bergerak.

Meliputi, 22 unit mobil mewah, lima unit jetski, dan dua sepeda motor. Termasuk uang senilai Rp 4 miliar lebih, dan sejumlah barang bukti lainnya. Rabu (20/3) pemeriksaan berlangsung dari pukul 11.00 hingga 16.00. Dari 16 oranag yang diperiksa terlihat berganti keluar masuk ruangan pemeriksaan. Para pejabat eselon II juga nampak hadir memenuhi panggilan.

Di antaranya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Luhtfi Ariyono sebelumnya menjabat Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR); Kepala  Dinas Pendidikan (Dispendik) Zaenal Abidin sebelumnya juga pernah menjabat Kepala PUPR; dan kepala Dinas PUPR Didik Pancaning Argo.

Selain itu ada bawahan Didik, Kabid PUPR Doddy Firmansyah; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Achmad Fatoni. Selebihnya, adalah PPK Dinas PU Bina Marga atau Kabid PU Bina Marga Anik Mutammima; tenaga honorer Dinas PUBM Moch. Soleh Sugianto; staf Dinas PUBM Prastya Ramadiasri Putra; Pejabat Penerima Hasil Kegiatan (PPHP) Juari; PPHP 5 kegiatan dan 1 PPTK Desa Kedungsari, Kemlagi Ikhsan; pelaksana lapangan Suhernu, serta Pelaksana Lapangan Pekerjaan Kemlagi dan Ngranggon, Anggaza El Widya.

Selain itu, ada Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Rinaldi Rizal Sabirin, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mieke Juliastutik. Di hari kedua, KPK turut memeriksa pemilik Halmahera Tours and Travel, Abdul Khamid, sopir MKP (2010-2015) Johan Iskandar, serta Direktur CV Bakti Utama Sudarso.

Pemeriksaan berlangsung mulai pukul 11.00. Satu persatu pejabat di lingkungan pemkab ini datang ke mapolresta untuk memenuhi panggilan. Ada yang membawa dokumen sebagai barang bukti pendukung perihal pemeriksaan. Namun, ada pula yang hanya sebatas mengonfirmasi undangan pemeriksaan yang kabarnya dilayangkan melalui pesan WhatsApp (WA).

Seperti yang diakui Kadis PUPR Didik Pancaning Argo. Seusai menemui penyidik KPK di aula Wira Pratama, ia mengaku kedatangannya hanya untuk mengonfirmasi undangan pemeriksaan yang dikirimkan lewat WA. ’’Saya tidak diperiksa hari ini. Tapi, besok (hari ini),’’ katanya seusai keluar ruangan pukul 13.30.

Dia menyebutkan, sedianya materi pemeriksaan dirinya sama seperti yang dilontarkan penyidik kepada saksi-saksi sebelumnya. Yakni, perihal kasus TPPU senilai Rp 34 miliar yang menjerat Bupati nonaktif MKP. ’’Iya sama soal TPPU,’’ imbuhnya.

Saat keluar ruangan, Didik mengaku memang ada sejumlah pejabat yang masih menjalani pemeriksaan penyidik lembaga antirasuah itu di dalam aula. Di antaranya Luhtfi Ariyono (Kadinsos), Zaenal Abidin (Kadispendik), Mieke (Kepala BPKAD), dan Achmad Fatoni (PPK PUPR). ’’Iya soal itu (TPPU, Red). Tidak ada yang lain,’’ katanya Zaenal usai menjalani pemeriksaan.

Penyidik KPK juga sempat memeriksa mobil Honda Brio nopol S 1345 RF warna putih milik Zaenal yang terparkir di halaman mapolresta. Dua penyidik itu terlihat mendokumentasikan bodi luar dan dalam mobil. Disinggung terkait akan dilakukan penyitaan, Zaenal lantas membantah.

’’Tidak ada (penyitaan). Tidak ngecek (dokumen) apa-apa,’’ ungkapnya. Namun, saat dicecar materi pemeriksaan ia mengaku tak ingat ada berapa pertanyaan yang dilontakan penyidik. ’’Tidak hafal. Iya (soal TPPU),’’ sambungnya.

Kadinsos Luthfi Ariyono justru pilih menghindar dari wartawan yang menunggau sejak awal pemeriksaan berlangsung. Termasuk, Kepala BPKAD Mieke Juliastutik sekaligus Istri Zaenal Abidin. Dia memilih untuk tidak berkomentar apa pun kepada wartawan. ’’Maaf saya ditunggu rapat,’’ tandas Mieke. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia