Jumat, 19 Apr 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

MKP-Ikfina Fahmawati Antarkan Jenazah Jiansyah hingga Pemakaman

21 Maret 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bupati nonaktif MKP (baju putih berkopiah) saat mengantarkan jenazah putranya Jiansyah setelah dilepas dari rumah duka Desa Tampungrejo, Kec. Puri, Kab. Mojokerto.

Bupati nonaktif MKP (baju putih berkopiah) saat mengantarkan jenazah putranya Jiansyah setelah dilepas dari rumah duka Desa Tampungrejo, Kec. Puri, Kab. Mojokerto. (Farisma Romawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO – Tidak hanya melihat jenazah terakhir putra sulungnya, Jiansyah Kamal Pasya. Bupati nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) yang mendapat izin pulang ke rumah Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, juga mengantar jenazah mahasiswa Universitas Ciputra itu hingga ke liang lahat.

Mengenakan kemeja putih, bercelana hitam, dan berpeci, MKP bahkan mengangkat keranda hingga perjalanan menuju pemakaman umum desa setempat. Selama perjalanan, dia terus memegangi keranda sisi kanan depan bersama warga dan petakziah lainnya.

Hampir semua keluarga dan kerabat dekat turut mengantarkan jenazah mahasiswa kelahiran Mojokerto, 19 November 1999 tersebut. Termasuk istri MKP, Ikfina Fahmawati Kamal Pasa. MKP mengantarkan jenazah putranya sejak dilepas dari kediaman ayahandanya H Jakfaril di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. 

Prosesi pemberangkatan jenazah berlangsung pada pukul 06.30. Selepas mengantarkan ke pemakaman, MKP dikabarkan akan kembali ke Rutan Kelas I Medaeng Surabaya. Sebelumnya, ia juga berkesempatan melihat jenazah Jiansyah secara langsung. Mengusap setiap jengkal jasad putra pertamanya sambil mengucapkan kata maaf berulang kali.

"Maafkan papa ya nak, maaf," ucap MKP tersedu mendekap jazad Jiansyah. MKP sendiri baru tiba di rumah duka Kamis (21/3) tepat pukul 04.15. Dengan menumpangi mobil Toyota Innova hitam, ia dikawal dua petugas Rutan Kelas I Medaeng untuk melihat langsung jasad putranya.

Sebelumnya ia mendapatkan izin keluar rutan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Yakni, pasal 81 yang memberikan hak kepada napi, berupa izin keluar dengan alasan; menjadi wali nikah, keluarga dekat meninggal dunia atau sakit keras, mengurus pembagian warisan, juga menghadiri pernikahan anak kandung.

"Maafkan (Jiansyah, Red) ya, maafkan (Jiansyah, Red),” ungkap Ikfina kepada kerabat, keluarga dan petakziah yang hadir sejak kedatangan jasad Jiansyah pada Kamis (21/3) dini hari.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia