Rabu, 23 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Ini Ucapan Terakhir MKP di Depan Jenazah Putra Sulungnya

21 Maret 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Bupati nonaktif MKP (kaus hitam) memeluk kerabatnya sesaat sebelum melihat jenazah putranya Jiansyah di rumah duka Desa Tampungrejo, Kec. Puri, Kab. Mojokerto.

Bupati nonaktif MKP (kaus hitam) memeluk kerabatnya sesaat sebelum melihat jenazah putranya Jiansyah di rumah duka Desa Tampungrejo, Kec. Puri, Kab. Mojokerto. (Farisma Romawan/radarmojokerto.id)

MOJOKERTO - Kesedihan mendalam tak bisa disembunyikan dari raut wajah Bupati nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP) sesaat setelah tiba di kediamannya di Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Kamis (21/3) subuh.

Tangis haru langsung pecah ketika ia duduk bersimpuh di hadapan ayahanda, H Jakfaril yang sedari malam menanti kedatangannya dari Rutan Kelas I Medaeng, Surabaya. Kesedihan semakin tak terkendali manakala MKP menghampiri keranda jenazah sang buah hati, Jiansyah Kamal Pasya yang meninggal dunia usai terlibat kecelakaan di Tol Ngawi-Solo, Rabu (20/3) petang.

Dengan langkah gontai dan raut muka sembab, sedikit demi sedikit MKP membuka tirai dan tutup peti jenazah tempat putra sulungnya disemayamkan. Hingga akhirnya ia dengan jelas melihat sekujur tubuh sang buah hati yang sudah terbalut kain kafan.

Beberapa kali ia mengusap setiap jengkal jasad anaknya sambil mengucapkan kata maaf berulang kali. Seolah ia tak menyangka akan takdir kematian Jian. "Maafkan papa ya nak, maaf," ucap MKP sambil tersedu mendekap almarhum.

MKP sendiri baru tiba di rumah duka tepat pukul 04.15. Dengan menumpangi mobil Toyota Innova hitam, ia dikawal dua petugas Rutan Medaeng untuk melihat langsung jasad putranya. Ia mendapatkan izin keluar rutan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Yakni, pasal 81 yang memberikan hak kepada napi, berupa izin keluar dengan alasan; menjadi wali nikah, keluarga dekat meninggal dunia atau sakit keras, mengurus pembagian warisan, juga menghadiri pernikahan anak kandung.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia